Berita

net

Bisnis

Komisi VII: Proyek 35.000 MW Kurang Diawasi

KAMIS, 02 JUNI 2016 | 00:00 WIB | LAPORAN:

Proyek pembangunan pembangkit lilstrik 35.000 Megawatt (MW) yang diharapkan mampu mengatasi persoalan kelistrikan nasional sepertinya belum berjalan efektif.

Data Kementerian ESDM, pembangunan proyek tersebut berjalan lambat. Diperkirakan baru 0,6 persen dari 35.000 MW yang sudah beroperasi. Sisanya masih dalam tahap perencanaan, pengadaan, dan konstruksi.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Syaikhul Islam Ali menilai, rendahnya capaian kinerja pembangunan proyek itu akibatnya kurang dan lemahnya pengawasan yang dilakukan. Sehingga berdampak pada tersendatnya proyek ambisius itu.


"Saya lihat proyek 35.000 MW ini kurang diawasi, baik oleh pihak pemerintah, BPK maupun oleh parlemen sendiri. Akibatnya, mega proyek ini seperti berjalan sendiri, tidak ada pengawasan yang ketat," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/6).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tidak heran bila kemudian terjadi gesekan dalam perjalanan proyek. Menurutnya, hasil evaluasi pemerintah cukup mengagetkan, di mana kemajuan mega proyek masih jauh dari yang ditargetkan.

"Lihat saja akhir-akhir ini, pihak Kementerian ESDM menuding PLN tidak becus kerjanya. Komisaris Utama PLN juga tiba-tiba mundur. BPK mulai ikut turun tangan juga," ujar Syaikhul.

Untuk itu, semua pihak harus ikut mengawasi kemajuan proyek 35.000 MW tersebut.

"Mari sama-sama kita pelototi proyek 35.000 MW itu sampai tuntas," pungkas Syaikhul. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya