Berita

Bisnis

Dari Bandung, Presiden Terbang Ke Bangka Resmikan Groundbreaking MPP 350 MW

RABU, 01 JUNI 2016 | 19:10 WIB | LAPORAN:

Usai menghadiri acara Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Bandung (Rabu, 1/6), Presiden Joko Widodo langsung bertolak ke Provinsi Bangka Belitung. Presiden menghadiri Groundbreaking Mobile Power Plant (MPP) 350 MW se-Regional Sumatera di Desa Air Anyir, Kecamatan Merwang, Kabupaten Bangka.

"Tahun lalu saat ke sini ketemu masyarakat, saya tanya keluhannya. 'Pak listriknya byar pet, nginep di hotel juga byar pet'," cerita Presiden dalam sambutannya.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, saat itu juga Presiden langsung menginstruksikan Menteri BUMN dan Direktur Utama PT PLN untuk segera membangun pembangkit listrik di Bangka Belitung.


"Membangun pembangkit batu bara itu ternyata lama sekali, sekitar 4-5 tahun. Kalau mobile power plant ini bisa selesai dalam waktu 6 bulan menggunakan gas," terang Presiden.

Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengatakan bahwa saat ini telah selesai dibangun pembangkit listrik 30 MW yang telah memasuki tahap uji coba.

"Kemudian pada akhir September nanti tambah lagi 25 MW. Artinya tahun ini kurang lebih 50-60 MW sudah bisa menerangi Bangka Belitung. Ini bukan tambahan sedikit tapi ini tambahan banyak," ucap Presiden.

Dalam tiga tahun ke depan, pembangkit listrik dengan daya 100 MW akan selesai dibangun. Tapi dengan daya sebesar 50 MW saat ini telah mencukupi. "Karena industri, hotel di sini sudah berkembang, rakyat juga harus (dipenuhi), semuanya memerlukan listrik. Paling tidak semuanya diantisipasi dari sekarang. Jangan nanti saya datang masih byar pet, byar pet, byar pet. Ndak mau saya seperti itu, semua harus diantisipasi," ucap Presiden.

Adapun pembangkit se-Regional Sumatera yang akan dan sedang dibangun tersebut terdiri dari ‎MPP Bangka 2x25 MW, MPP Belitung 1x25 MW, MPP Paya Pasir Medan 3x25 MW, MPP Nias 1x25 MW, MPP Aur Duri Riau 3x 25 MW, dan MPP Tarahan Lampung 4x25 MW‎.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah masih terus berusaha untuk mengejar target listrik 35.000 MW di seluruh Indonesia.

"35.000 MW di seluruh Indonesia harus dikejar. Kalau tidak akan kejadian lagi seperti di Bangka Belitung dan provinsi lain. Saya yakin semuanya akan terkejar, sudah direncanakan dengan baik," tandas Presiden.

Presiden mengatakan bahwa dirinya telah menerima laporan hingga akhir tahun lalu sudah ditandatangani PPA sebesar 17300 MW. "Kemudian groundbreaking ada kurang lebih 8000 mw. Ini progressnya jelas, ada," kata Presiden.

Terhadap pembangunan MPP dan pembangkit listrik lainnya di Indonesia, Presiden meyakinkan bahwa dirinya akan terus memantau langsung segala perkembangan di lapangan.

"Saya ingatkan, jangan hanya ramai-ramai ground breaking. Saya pastikan agar proses ini selesai, rakyat juga harus mengawasi. Saya tidak mau 2018 dan 2019 listriknya byarpet," tegasnya.

Menutup sambutannya, Presiden Joko Widodo secara resmi memulai pembangunan mobile power plant (MPP) 350 MW se-Regional Sumatera. "Dengan mengucap bismillah, pembangunan semua enam MPP dimulai," tutupnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi, dan  Dirut PLN Sofyan Basir. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya