Kondisi ekonomi Indonesia masih sangat rentan mengalami goncangan. Penyebabnya, pondasi mikro ekonomi masih sangat rapuh. Jika tidak segera ada terobosan, ekonomi nasional bisa benar-benar goncang.
"Dengan fondasi mikro ekonomi yang keropos, daya saing ekonomi kita ke depan menjadi sangat lemah. Akibatnya, pengangguran, daya beli masyarakat yang rendah, serta kemiskinan menjadi buah pahit yang harus siap kita telan," jelas anggota Komisi VII DPR RI Zulkieflimansyah di Jakarta, Senin (30/5).
Zulkieflimansyah mengakui, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sudah melakukan terobosan dengan membangunan infrastruktur di berbagai daerah. Langkah tersebut sudah benar untuk menggerakkan ekonomi jangka pendek. Dengan pembangunan itu banyak terserap tenaga kerja. Industri-industri yang menopang pembangunan infrastruktur juga berjalan. Tapi, untuk terobosan ekonomi jangka panjang, dia mengaku belum melihatnya.
"Langkah-langkah yang sifatnya long term seperti membangun industrial base yang kuat sama sekali belum kelihatan," ucapnya.
Menurutnya, alih-alih ada proses reindustrialisasi yang lebih terencana dan terfokus untuk menangguhkan fondasi ekonomi, di masa pemerintahan Jokowi justru mengalami deindustrialisasi yang mengkhawatirkan.
"Manufaktur yang merupakan sektor utama dalam proses industrialisasi stagnan, untuk tak menyebutnya menurun," kata Zulkieflimansyah.
Anggota Fraksi PKS itu merasa di pemerintahan Jokowi ini struktur industri nasional masih sangat dangkal. Tak ada kemajuan yang dicapai.
"Sektor manufaktur masih tak lebih sebagai industri assembling tanpa peningkatan nilai tambah yang berarti dan signifikan," ujar Zulkieflimansyah.
Untuk meningkatkan nilai tambah dan memperbaiki produktivitas di sektor Indistri, Zulkieflimansyah mengusulkan agar pemerintah Jokowi melakukan terobosan dengan mendekatkan industri dengan kemajuan sains dan teknologi. Menteri Perindustrian harus segera memetakan industri strategis yang akan dibangun. Selanjutnya, bersama Menristekdikti membuat terobosan untuk menautkan kemajuan teknologi dengan produktivitas di sektor industri.
"Kinerja dan kapasitas Menteri Perindustrian dan Menristekdikti sudah cukup bagus. Saat ini tinggal melakukan kiordinasi yang lebih baik sebelum semuanya terlambat," jelasnya.
Zulkieflimansyah memahami, Menristekdikti punya tanggung jawab yang berat dalam mengurus kampus. Tapi, sudah saatnya Menristekdikti melepaskan diri dari rutinitas mengurus administrasi dan persoalan-persialan pelik perguruan tinggi. Menristekdikti harus segera membuat program-program unggulan yang menyangkut kemajuan sains dan teknologi.
"Sekarang ini, tampaknya perhatian Menristekdikti masih lebih besar ke dikti ketimbang risteknya. Dalam jangka menengah dan panjang, ini bisa berbahaya bagi kelangsungan dan kesinambungan pembangunan nasional kita," tandasnya.
[wah]