Provinsi Sumatera Selatan telah menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api untuk para investor asing maupun nasional. Lokasi yang tepat dan strategis menjadikan KEK TAA sebagai kawasan ekonomi yang menjajikan untuk semua investasi.
Demikian dikatakan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin saat melakukan pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Belarusia, Vladimir Semashko yang datang bersama delegasi bisnisnya dalam rangka kerjasama investasi di berbagai bidang, Minggu (29/5).
Dalam pertemuan ini, Alex Noerdin juga mengajak dan mengenalkan beberapa mitra usaha dari Sumsel kepada delegasi bisnis Belarusia. Mereka antara lain Direktur Operasional dan Produksi PT Bukit Asam Tbk, Djoko Pramono; Bayu Priaman Djokosoetono, pimpinan PT Pusaka Bumi Transport selaku perusahaan dari Blue Bird grup.
Kemudian Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, Mulyono Prawiro; Direktur Produksi PT PN VII, . M Nasir; Noerdi Tedjaputra selaku Presiden Direktur PT Baja Baru; dan Direktur Regional perusahaan Tambang dan Energi Sumsel, Dr A Yaniarsyah Hasan.
Dalam kunjungan ke Indonesia, delegasi Belarusia mengaku tertarik berinvestasi di Sumsel. Kerjasama yang akan mereka lakukan antara lain investasi di bidang pertanian seperti pengolahan karet, pengolahan kelapa sawit, kopi, kakao, produk perikanan.
Nantinya semua kerjasama yang akan mereka bangun ini akan dipasarkan melalui korporasi Ekonomi Eropa dan Eropa Timur.
Sementara Pemerintah Provinsi Sumsel juga menyambut baik Belarusia untuk memasok berbagai produk ke Indonesia khususnya Sumsel seperti truk dan bus merek, ban mobil, alat pertanian dan perkebunan, perusahaan pertambangan dan serta perusahaan pupuk.
Bahkan beberapa perusahaan Belarusia sepeti MAZ, Belshina, Minsk Tractor sudah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di wilayah barat Indonesia itu.
Gubernur Alex Noerdin menyatakan, ketertarikan delegasi bisnis Belarusia ini membuktikan kalau Provinsi Sumatera Selatan menjadi daerah utama di Indonesia yang cukup menjanjikan untuk berinvestasi.
"Untuk itu kami akan mendukung rencana Belarus untuk mendirikan usaha bersama di Indonesia dan transfer teknologi seperti membangun industri kendaraan truk dan bus MAZ. Ada juga perusahaan ban kendaraan bermotor Belshina. Selanjutnya ada produsen kendaraan atau traktor pertanian, pabrik susu serta ada perusahaan pupuk Belarus juga berminat membangun pabrik di Sumsel," terang Gubernur Alex Noerdin.
Bukan itu saja Gubernur Alex Noerdin juga menyarankan mengenai rencana pengembangan industri truk MAZ untuk sebaiknya tidak hanya memproduksi kendaraan komersial seperti transportasi produk pertambangan, pertanian, dan logistik tetapi juga untuk tujuan strategis lainnya.
Pertemuan dengan delegasi bisnis Belarusia ini jelas Alex Noerdin dapat menjadi catatan khusus untuk ditindaklanjuti. Sehingga perlu pertemuan lanjutan seperti
technical meeting guna membahas hambatan perdagangan dan investasi dari kedua negara sehingga pelaksanaan kerjama ini dapat terealisasi.
[wid]