Berita

rizal ramli/net

Bisnis

Ini Cara Menko Rizal Ubah Paradigma Pengangkutan Barang Lewat Kapal

SENIN, 30 MEI 2016 | 16:15 WIB | LAPORAN:

Program tol laut saat ini sudah mulai berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat secara luas. Tol laut sudah berhasil menurunkan harga komoditas dasar seperti beras, telur, minyak goreng, di wilayah Indonesia Timur sehingga ketimpangan harga antara Pulau Jawa dan Luar Jawa tidak terlalu timpang.

Menurut Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli akibat dari kebijakan tol laut ini, Indonesia membutuhkan banyak kapal untuk mengangkut barang melewati jalur tol laut yang sudah ditetapkan. Karenanya, dia meminta Kementerian Perhubungan dan PT Pelni untuk melakukan kajian atau studi yang serius untuk mengubah paradigma pengangkutan melalui kapal.

Selama ini, PT Pelni hanya mengurusi penumpang ketika masa mudik lebaran. Jika musim mudik tiba, terutama di Indonesia Timur akan banyak sekali penumpang yang menumpang kapal milik Pelni. Namun saat ini, masyarakat lebih banyak memilih moda transportasi udara yang tarifnya sudah mulai ekonomis dan kompetitif sehingga kapal Pelni sepi penumpang. Perubahan paradigma yang dimaksudkan oleh Menko Rizal adalah agar kapal Pelni didesain untuk mendukung tol laut dari segi aspek kegunaan.


"Kita minta Kemenhub, Pelni, untuk melakukan studi yang benar adanya perubahan pengangkutan,” kata Rizal di kantornya, Senin, (30/5).

Rizal meminta, Kemenhub dan Pelni mendesain kapal yang tidak terlalu besar, cukup untuk mengangkut 1.000 penumpang, namun memiliki banyak fungsi. Diataranya, bisa dipergunakan untuk memgangkut container, storage, tapi juga bisa kembali dipergunakan sebagai kapal penumpang.

Selain itu Menko Rizal juga meminta, agar kapal memiliki dua teknologi bahan bakar, yakni marine fuel atau menggunakan gas.

"Jadi kapal yang kita desain tidak terlalu besar, dan multifungsi dan multipurpose, supaya lebih efesien,” kata Rizal lagi.

Penyediaan kapal-kapal perintis untuk mengangkut barang dan penumpang ini sendiri didukung melalui pendanaan dari Kementerian Keuangan yang memang telah mengalokasikan anggaran sebesar 1,16 Triliun, melingkupi semua hal yang dibutuhkan untuk mendukung program tol laut. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya