Keberhasilan prajurit Tentara Nasional Indonesi (TNI) menjuaÂrai lomba menembak Australian Army Skill and Arms Meeting (AASAM) merupakan prestasi membanggakan. Apalagi, tahun ini TNI menyabet predikat juara umum kesembilan kali bertuÂrut-turut.
Pada perlombaan menembak AASAM 2016 yang diadakan di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia, 3 Mei-30 Mei 2016, prajurit TNI AD berhasil mempertahankan predikat sebagai juara umum untuk kesembilan kali berturut-turut.
Publik media sosial Tanah Air ramai membicarakan keberhasilan ini. Di jejaring sosial Kaskus, sudah ada dua bahasan yang hingga kemarin sore sudah dibaca dan dikomentari 60 ribu lebih pengguna jejaring sosial itu.
Misalnya, akun 280592 mengapresiasi keberhasilan kontingen Indonesia pada ajang lomba menembak bergengsi itu. "Mantaaaaap. Pertahankan terus prestasinya wahai pahlawan berloreng," tulisnya.
Akun ahmedfw mengaku bangga dengan TNI. Apalagi, tim penembak TNI mampu mengalahkan militer puluhan negara lain. "Mantab gan, diam-diam Indonesia punya skill baÂgus untuk urusan tembak-menembak, negara sebesar China aja bisa kalah, salut deh sama anggota TNI yang sudah mengharumkam nama bangsa, semoga menjadi inspirasi," sambutnya.
Akun koetoeberas menyindir kemaÂhiran penembak militer Amerika Serikat yang kalah telak bertanding dengan TNI. "Tentara AS cuma menang di film-film
Hollywood gan," sindirnya.
Akun appa.kappaan menimpali, menurutnya, militer Amerika Serikat lebih mengandalkan kecanggihan teknologi, kurang terlatih
skill individual seperti skill menembak, "Hahahaha Amerika hanya jago di film-film
box office doang, terlalu bergantung pada teknologi bukan skill."
Akun 4zamaru menganggap wajar saja jika TNI mampu memenangkan lomba menembak tersebut. Sebab, seluruh anggota TNI dilatih penuh disiplin. "Bravo TNI... Nggak heran jika bisa nyabet emas, lha wong latihannya aja edan. Apalagi untuk korps pasukan khusus," katanya.
Akun dhazoue berharap, keberhasilan pasukan TNI memenangi lombamenembak menambah rasa segan militer negara-negara lain terhadap militer Indonesia. "Semoga prestasi ini semakin membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang disegani," harapya.
Akun emte_boz penasaran dengan senjata produk PT Pindad yang digunakan prajurit TNI memenangkan perlombaan ini, "TNI mantap! Senjata PT Pindad yang dipake kaya gimana ya?"
Namun, akun agresif berharap, pujian publik tidak berlebihan, karena TNI hanya menang lomba, bukan menang perang. "Nggak usah terlalu overproud militer Indonesia. Lihat kecakapan militer nggak cuma pas latihan, nembak-nembak papan sasaran, baris berbaris, tapi lihat jam terbang & pengalaman tempur di medan perang yang sebenarnya, Amerika jelas. Indonesia bagaimaÂna?" tuturnya.
Akun clindw# sependapat. Menurut dia, militer Indonesia harus mempraktekan pada situasi perang jika mau dibandingkan dengan kehebatan militer Amerika Serikat, "Yang pentÂing waktu perang real tuh gimana."
Akun senyapsekali menyarankan pemerintah memberikan anggaran cukup bagi TNI agar skill prajurit juga didukung kecanggihan teknoloÂgi militer. "Mantab lah, soal skill tentara Indonesia emang top, tapi teknologi ketinggalan jauh. Itu PR buat pemerintah," sarannya.
Akun iatmaja menambahkan, negara lain juga mengandalkan teknologi saat berperang, sehingga mereka mampu menutupi kekurangan skill. "Kalau perang Amrik tinggal pencet tombol bray, walau kemampuan personil TNI lebih unggul, sulit kalau lawan pakai high tech," sebutnya.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengapresiasi keberhasiÂlan yang diraih kontingen Indonesia. Dalam lomba tersebut, kata dia, Indonesia berhasil menyabet 23 emas, 14 perak dan 7 perunggu. "Apresiasi yang setinggi-tingginya atas prestasi yang diraih dan keberhasilannya mempertahankan gelar juara umum sembilan kali berturut-turut," tutur Mulyono di Mabes AD, Jalan Veteran Juanda, Jakarta Pusat.
Menurut dia, secara keseluruÂhan perolehan medali berkurang dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, Indonesia berhasil meraih 30 emas, 16 perak, dan 10 perunggu.
"Namun perolehan ini tetap menÂempatkan TNI AD pada posisi juara. Prestasi ini menunjukkan betapa tangguhnya tim tembak TNI dan tingginya kualitas senjata produksi dalam negeri," tutur Mulyono.
Sementara peringkat kedua diraih China dengan 9 emas, 15 perak dan 4 perunggu. Pada ajang itu, Australia sebagai tuan rumah hanya menemÂpati peringkat keempat dengan 4 emas, 2 perak dan 3 perunggu.
Bekas Pangkostrad ini menjelasÂkan, lomba tembak AASAM 2016 diikuti prajurit terbaik angkata darat negara-negara Asia dan negara maju. Ada 20 negara mengirimkan tentara jago tembak, di antaranya, Amerika Serikat, China, Jepang, Inggris, Prancis, Malaysia, Brunnei Darusalam, Thailand, Kanada, Korea Selatan, Singapura, Uni Emirat Arab dan lain-lain.
"Keberhasilan ini membuktikan kepada negara-negara sahabat bahwa TNI AD terus membangun diri menjadi tentara modern yang profesional. Tentara yang fokus pada tugas pokoknya sebagai alat pertahÂanan dan sebagai world class army yang tangguh dan patut dibanggakan rakyat, bangsa dan negara," tutur jenderal bintang empat itu.
Keberhasilan ini, kata Mulyono, tidak lepas dari proses rekrutmen dan seleksi yang ketat sehingga mendapatkan penembak-penembak berkualitas. Untuk itu, Mulyono meminta agar keberhasilan ini sebagai pemacu motivasi untuk terus berlatih lebih baik, keras, dan lebih disiplin. ***