Berita

megawati/net

Politik

Mega Harus Tegur Jokowi Agar Tak Lindungi Ahok

SENIN, 30 MEI 2016 | 10:55 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama ditagih untuk bisa memenuhi janji politiknya.

Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), M. Rico Sinaga, mengatakan bahwa janji politik ini dibuat Ahok, begitu Basuki disapa, pada tahun 2012.

Ia menjelaskan, pada tanggal 15 September 2012 bertempat di Muara Baru Penjaringan Jakarta Utara dan disaksikan para aktifis pembela kaum miskin, LSM  dan  Ormas, Joko Widodo yang terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta menandatangani surat  "Kontrak Politik"  dengan judul  Jakarta Baru. Dalam sub-judul kontrak politik itu disebutkan bahwa pemerintahan Jakarta Baru ini adalah Pro-Rakyat Miskin, Berbasis Pelayanan dan Partisipasi warga.


Isi kontrak politik yang ditandatangani Jokowi itu antara lain pemenuhan dan perlindungan hak-hak warga kota, meliputi kampung ilegal yang sudah ditempati selama 20 tahun dan tanahnya tidak dalam sengketa maka akan diakui haknya dalam bentuk sertifikat hak milik. Selain itu, pemukiman kumuh tidak digusur tapi ditata.

"Banyaknya pengusuran  yang dilakukan Ahok penerus Jokowi sebagai Gubernur harusnya Jokowi mengingatkan Ahok agar melaksanakan janji-janji mereka pada Pilgub Jakarta tahun 2012," kata Rico dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 30/5).

Walaupun Jokowi saat ini sudah tidak lagi menjadi Gubernur, Rico menilai, tetap saja Ahok adalah pasangan Jokowi ketika Pilgub. Karena itu Ahok harus meneruskan kontrak terhadap rakyat Jakarta, sebab kontrak ini mengikat keduanya.

Menurut Rico, saat ini berkembang opini bahwa KPK tidak serius menangani kasus-kasus yang melekat pada Ahok karena dilindungi Jokowi. Sehingga membuat masyarakat pesimis kasus-kasus tersebut akan berjalan dengan objektif dan adil.

"Oleh sebab itu sebaiknya Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum Partai (PDIP) bersikap untuk memperingatkan Jokowi sebagai 'petugas partai' agar tidak melindungi Ahok dalam proses penegakan hukum yang sedang berjalan," demikian Rico. [ysa]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya