Berita

dwi soetjipto/net

Politik

Dirut Pertamina Diminta Belajar Etika Komunikasi Non-Verbal

SABTU, 28 MEI 2016 | 11:51 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketegangan antara Komisi VII DPR dengan Pertamina dan Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto, bisa terjadi karena ada pihak yang tidak mengindahkan etika komunikasi.

Hal itu dikatakan pengamat politik yang juga Direktur Emrus Corner, Emrus Sihombing. Ia mengomentari insiden dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) terkait tata kelola migas yang digelar Selasa lalu (24/5) di kantor Pertamina, Jakarta.

Dalam agenda itu, Anggota Komisi VII DPR, Adian Napitupulu, merasa diperlakukan tak pantas karena di tengah acara Dirut Pertamina pergi meninggalkan ruang acara dan diikuti oleh beberapa direksi tanpa alasan jelas. Adian menuding Pertamina tidak menghormati acara yang dibuatnya sendiri dan tidak menghormati tamu yang terdiri dari anggota DPR RI. (Baca: Adian Napitupulu: Dirut Pertamina Arogan).


Menurut Emrus, setiap manusia dalam perilakunya terkait manusia lain senantiasa harus mengindahkan etika komunikasi, termasuk etika komunikasi non-verbal. Ia katakan, salah satu yang paling utama membedakan manusia dengan mahluk lainnya adalah etika, bukan kemampuan penguasaan bidang profesional tertentu.

"Karena itu, pendidikan karakter bagi pejabat publik menjadi keharusan dalam mewujudkan visi politik Joko Widodo, yaitu revolusi mental," ujarnya.

Lanjut dia, teladan bagi para pejabat publik telah diperankan dengan baik oleh Presiden Joko Widodo.

"Jokowi selalu berkomunikasi non-verbal yang sangat bagus. Ia selalu mengindahkan etika komunikasi. Sekalipun sebagai presiden, ia tetap menghargai lawan bicara, mendengar seksama, dan tidak merendahkan orang lain," jelasnya.

Menurut Emrus, perilaku komunikasi non-verbal yang ditunjukkan Dirut Pertamina dan jajaran Direksinya saat acara Selasa lalu itu kurang mengindahkan etika komunikasi non-verbal.

"Bagi Dirut, pertemuan FGD pembahasan tata kelola migas tidak penting. Kedua, memposisikan pihak pejabat Pertamina, khususnya Dirut, seolah lebih tinggi daripada peserta FGD yang terdiri dari anggota Komisi VII DPR-RI," jelasnya.

Bisa jadi, lanjut dia, pihak Pertamina tidak siap membahas tata kelola Migas dalam acara FGD. Selain itu timbul kesan, seolah acara lain lebih penting daripada mengikuti pembahasan materi tata kelola Migas dalam FGD.

"Seolah Dirut ingin menunjukkan bahwa mencari solusi tentang tata kelola migas sebagai agenda FGD tidak urgen. Dirut seolah memposisikan dirinya lbh super dari peserta FGD yg berasal dari anggota Komisi VII," tambah Emrus.

Dia meminta pola komunikasi non-verbal yang kurang mengindahkan etika harus jadi pelajaran berharga bagi pejabat publik di negeri ini, utamanya bagi Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya