Berita

siti nurbaya/net

Kesehatan

Menteri Siti: Kurangi Penggunaan Plastik Akan Lebih Fantastis

SABTU, 28 MEI 2016 | 07:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengkampanyekan pembatasan pengunaan plastik sampai ke Afrika.

"Sampah plastik sulit terurai serta membahayakan biota dan ekosistem laut termasuk terumbu karang," kata Siti Nurbaya dalam diskusi penanganan sampah plastik dan mikro plastik di lautan pada sidang lingkungan hidup PBB kedua (UNEA-2), di Nairobi, Kenya, dua hari lalu.

Kegiatan Menteri Siti ini diinformasikan bagian Fungsi Pensosbud KBRI Nairobi. Disebutkan bahwa Siti mengkampanyekan pengurangan penggunaan alat berbahan plastik sebagai salah satu cara mencegah terus bertambahnya jumlah sampah plastik.


"Kurangi penggunaan plastik akan lebih fantastis," sambung Siti Nurbaya yang diiringi tepuk tangan para peserta diskusi.

Menteri Siti sebagai pembicara utama diskusi memaparkan tantangan dan upaya pemerintah Indonesia dalam penanganan sampah plastik di lautan.
Ditegaskannya, Pemerintah Indonesia terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam penanggulanan sampah, termasuk melalui Gerakan Peduli Sampah 2020.  

"Pemerintah Indonesia menargetkan untuk mengurangi sampah sebesar 20 persen dan menangani 70 persen sampah di 380 kota dalam waktu lima tahun," jelas Siti Nurbaya.

Dia juga mengatakan, karena laut saling terhubung satu dengan lainnya dan tidak bisa mencegah pergerakan arus dan gelombang laut, maka sampah plastik yang masuk wilayah laut Indonesia tidak hanya berasal dari dalam negeri, tapi juga dari berbagai kawasan belahan dunia lain. Sampah dari berbagai belahan bumi bisa saling bercampur dan menyebar di laut.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dan wilayah lautan empat kali lebih besar dari daratan, Indonesia kerap menerima limpahan sampah plastik dari kawasan lain yang terbawa arus laut.

Dalam diskusi tersebut disampaikan pula berbagai program pemerintah Indonesia seperti kampanye kantong plastik berbayar, tanggung jawab produsen, anugerah adipura, penghargaan kalpataru, gerakan pembersihan pantai dan taman nasional.  

Para ahli memprediksi, apabila tanpa penanganan yang baik, pada tahun 2050 jumlah sampah plastik di lautan akan lebih banyak dari jumlah ikan. Sampai tahun 2015, sampah plastik dunia yang terseret masuk ke lautan, terapung serta tenggelam di pantai dan dasar laut, diperkirakan sebesar 86 juta ton. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Golkar: Pengganti Adies Kadir di DPR Caleg Suara Terbanyak Berikutnya

Kamis, 29 Januari 2026 | 16:18

Nasib Generasi Emas Terancam Gegara Purbaya Belum Terapkan Cukai MBDK

Kamis, 29 Januari 2026 | 16:16

PAN Dukung Ambang Batas Parlemen Nol Persen dengan Fraksi Terbatas

Kamis, 29 Januari 2026 | 16:10

IHSG Mulai Stabil Usai OJK Respons Peringatan MSCI Terkait Status Pasar Frontier

Kamis, 29 Januari 2026 | 16:05

Amdatara Konsolidasikan Industri AMDK, Perkuat Kolaborasi dengan Pemda

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:55

41 Desa di Kabupaten Bekasi Banjir Usai Diterpa Hujan Lebat

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:53

Pesawat Jatuh di Kolombia, Seluruh Penumpang Tewas Termasuk Anggota DPR

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:51

IHSG Anjlok Dua Hari, Momentum Perbaikan Pasar Modal

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:48

Harga CPO Terkerek Lonjakan Minyak Mentah Dunia

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:45

PAN Dukung MK Hapus Ambang Batas Parlemen

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:42

Selengkapnya