Berita

Bisnis

Dubes Eropa Sambut Baik Kemitraan Pembangunan Kalbar

SABTU, 28 MEI 2016 | 04:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Dua Duta Besar Eropa memberikan apresiasi peluncuran Kemitraan Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Komoditas untuk Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (26/5).

Kemitraan tersebut dibentuk untuk mendorong produktivitas komoditas yang ada di Kalbar. Selain itu juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melindungi hutan dan gambut serta mengatasi tantangan kebakaran hutan dan lahan di Kalbar.

Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, ‎Stig Traavik yang berkenan hadir dalam peluncuran itu mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemimpin dunia dalam pengembangan komoditas yang berkelanjutan dan lestari.


"Norwegia juga terus berkomitmen membantu inovasi dan intervensi yang mendorong kemitraan seperti ini baik di tingkat provinsi maupun kabupaten," tegasnya dalam rilis yang diterima wartawan, Jumat (27/5).

Sementara Duta Besar Belanda untuk Indonesia, ‎Rob Swartbol menilai kemitraan juga perlu diperkuat di sisi demand (permintaan) dan bukan hanya di sisi supply (penawaran).

"Tanpa demand akan produk yang berkelanjutan, tidak ada dorongan akan pasokan komoditas yang berkelanjutan," imbuhnya.

Kata Rob, pendekataan lansdscape yang mencakup multi pihak adalah kunci sukses kemitraan. Selain itu, insentif untuk petani kecil dan masyarakat menjadi penting sehingga kesejahteraan mereka terjamin dan bisa berkontribusi dalam perlindungan lingkungan.

Dalam acara yang sama, Deputi Kepala Staf Presiden RI, Yanuar Nugroho ‎ mengungkapkan, transparansi dalam pengelolaan pembangunan termasuk dalam pembangunan berkelanjutan berbasis komoditas sangatlah penting.

"Karena masukan dari banyak pihak termasuk kemitraan akan menjadi modal yang memperkuat pembangunan itu sendiri," ungkapnya.

Yanuar menambahkan Investasi hijau dengan bunga rendah dan kemudahan lainnya merupakan komponen utama untuk mempercepat transformasi komoditas ke arah yang lebih ramah lingkungan.

Pel‎uncuran tersebut langsung dipimpin oleh Gubernur Kalbar Cornelis dan juga dihadiri oleh Presiden Direktur PT CUS Hasjim Oemar, Komisaris PT CUS, Dino Patti Djalal Penuh, Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead, Sekjen GAPKI Togar Sitanggang, Puteri Indonesia Lingkungan Hidup 2015 Chintya Fabyola dan Puteri Indonesia Lingkungan Hidup 2005 Valerina Daniel. [ysa]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya