Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Impor Gula Mentah Solusi Petani Tebu, APTRI Waspadai Penolakan Swasta

KAMIS, 26 MEI 2016 | 13:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTR) mendukung rencana pemerintah mengimpor 381 ribu ton gula mentah (raw sugar) bagi PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Pasalnya, impor gula mentah ini dapat menjadi solusi bagi terhambat atau berhentinya pabrik akibat terganggunya pasokan tebu, dan dapat menjaga rendemen agar tidak melorot tajam, sehingga secara tidak langsung petani dapat meningkatkan pendapatannya melalui pola subsidi. 

"Tujuan utamanya jelas, untuk meningkatkan pendapatan petani dengan pola subsidi sebagai konsekuensi dari program pemberian jaminan pendapatan petani setara dengan rendemen 8,5 persen," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat APTRI, Abdul Wachid Abdul Wachid, Rabu (25/5).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) sendiri segera mengeluarkan izin importasi gula mentah untuk kuartal kedua periode April-Juni 2016 sebanyak 968.143 ton. Besaran izin importasi gula mentah atau "raw sugar" tersebut sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan dengan Kementerian Perindustrian yakni sebesar 968.143 ton. 

Jumlah tersebut tidak berbeda dengan izin yang sudah dikeluarkan untuk kuartal pertama periode Januari-Maret 2016 lalu. Sementara di Kementerian BUMN, impor gula merupakan suatu terobosan yang akan memudahkan petani untuk menjaga rendemen di bawah 8,5 persen.

Lebih jauh Wachid yang juga anggota Komisi VI sekaligus wakil ketua Panja Gula DPR RI mengatakan, impor raw sugar juga diperlukan pabrik gula milik BUMN saat musim giling sekarang.

Gula mentah ini, lanjutnya, akan menyelamatkan pabrik gula dari kemungkinaan mengalami 'idle capacity' akibat kurangnya pasokan tebu sebagai dampak dari menurunnya produksi tebu akibat anomali cuaca pada musim tanam 2015/2016, serta kondisi iklim saat musim giling sekarang ini yang diprediksi akan berjalan bersamaan dengan musim hujan.

"Sesuai prediksi BMKG ini khan sudah masuk periode La Nina, musim penghujan siklus lima tahunan. Kondisi ini menjadi gangguan pasokan tebu kepada pabrik gula yang tengah menjalani musim giling," papar Wachid, pria asal Jepara, Jawa Tengah ini.

Ditambahkan Wachid, gula mentah impor nantinya dapat membantu terhambatnya pasokan tebu dari petani yang selama ini menjadi bahan baku. Dengan begitu, rendemen tidak melorot tajam.

"Kalau rendemen bisa dijaga maka petani akan diuntungkan, dan dalam jangka panjang mempunyai makna besar pada percepatan swasembada gula di tanah air karena akan makin antusias bercocok-tanam tebu sehingga PG (pabrik gula) tidak lagi kekurangan bahan baku," papar Wachid.

Dijelaskan Wachid, saat ini petani sudah mulai menikmati keuntungan menanam tebu. Nah, kondisi ini perlu dijaga agar petani tidak lari ke komoditas lain.

Selain itu, Abdul Wachid mengingatkan agar pemerintah yang telah menggagas program dan visi ke depan pada pencapaian percepatan swasembada gula tidak terjebak pada agenda tersembunyi pihak tertentu. Wachid minta pemerintah fokus pada peningkatan pendapatan petani dan revitalisasi pabrik-pabrik gula.

"Bila ada kelompok mengatasnamakan petani yang tiba-tiba menolak PTPN untuk melakukan impor raw sugar, padahal jelas-jelas bahwa impor tersebut terkait dengan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, itu hal yang patut diwaspadai. Apalagi merekalah yang sebelumnya menyetujui impor jutaan ton untuk industri gula non PTPN," kata Wachid.

Dalam kaitan ini Wachid menunjuk pada kasus pengajuan permohonan impor raw sugar oleh 7 pabrik swasta pada 2015 lalu yang angkanya mencapai 775.000 ton dengan alasan sebagai fasilitasi investasi dan 'commitioning test' serta pemanfaatan idle capacity untuk investasi revitalisasi pabrik gula.

"Itu belum termasuk impor raw sugar yang dilakukan oleh 11 PG Rafinasi yang jumlahnya mencapai jutaan ton dan peredaran serta pendistribusiannya sering bocor ke pasar dan dijual sebagai gula konsumsi," ungkap Wachid.

Anehnya, lanjut dia, pengajuan impor raw sugar oleh pabrik gula swasta yang jelas-jelas tidak berperan secara signifikan terhadap petani tebu malah didiamkan bahkan mendapat rekomendasi dari pihak penentang yang mengatasnamakan petani tebu. Sementara impor yang jumlahnya proporsional dan ditujukan untuk mensubsidi pendapatan petani, untuk mensejahterakan petani dan dilakukan oleh BUMN ditentangnya.

"Ini kan aneh dan perlu dipertanyakan. Ada kepentingan apa di balik penentangan impor raw sugar oleh PTPN dan untuk kepentingan 'siapa' rekomendasi impor raw sugar yang diberikan oleh organisasi yang mengatasnamakan organisasi petani tebu ke PG swasta," tutupnya.[dem]




Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya