Berita

jokowi/rm

Bisnis

Jokowi: 12 Paket Ekonomi Harus Betu-betul Jalan

SELASA, 24 MEI 2016 | 20:18 WIB | LAPORAN:

Pemerintah telah mengeluarkan 12 paket kebijakan ekonomi sejak September 2015 hingga April 2016. Untuk itulah, Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas untuk mengevaluasi paket-paket kebijakan ekonomi tersebut, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/5).

"Saya ingin menyampaikan bahwa proses monitoring dan evaluasi terhadap seluruh program-program prioritas termasuk paket kebijakan harus terus dilakukan baik dengan turun ke lapangan, cek langsung dan juga untuk melihat dari sisi perjalanan prosedurnya," ucap Jokowi.

Kepala Negara mengingatkan bahwa dirinya akan selalu mengecek efektifitas dari paket kebijakan ekonomi tersebut.


"Dan saya akan selalu cek lagi, cek lagi, cek lagi, apakah paket ini betul-betul sudah berjalan secara efektif. Dan saya ingin memastikan semua paket ekonomi yang sudah dikeluarkan sudah berjalan," ujar Jokowi.

Jokowi juga telah mendapat informasi bahwa dari 203 total regulasi dalam paket ekonomi ke-1 sampai ke-12, sebanyak 193 sudah selesai. "Artinya sudah selesai 95 persen hanya tinggal 10 regulasi atau 5 persen yang masih finalisasi pembahasan," ungkapnya.

"Saya ingin agar langkah-langkah deregulasi ini betul-betul memberikan dampak psikologis yang positif dengan menguatnya kepercayaan para pelaku ekonomi dan kepercayaan itu harus betul-betul dijaga dengan konsisten, keberlanjutannya maupun perubahan nyata di lapangan," kata Jokowi menambahkan.

Langkah-langkah perbaikan dalam semua paket-paket kebijakan, lanjut Jokowi, harus betul-betul berjalan di lapangan.

"Betul-betul berubah secara nyata sehingga akhirnya berdampak pada naiknya investasi, adanya penguatan sektor UMKM, adanya kebangkitan industri serta peningkatan ekspor kita," ujar dia.

Lebih jauh untuk mengawal agar paket kebijakan yang telah dikeluarkan dapat berjalan dan diserap dengan baik, Jokowi akan membentuk satuan tugas yang akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan bekerja langsung di bawah Presiden.

"Saya tidak ingin nanti semua deregulasi sudah selesai, tapi karena tidak dikawal dalam pelaksanaan, tidak dikawal ke daerah, tidak dikawal sampai jalan, nanti ada hambatan-hambatan lagi di lapangan," tukas Jokowi. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya