Berita

edison siahaan/net

Nusantara

Segera Batasi Pergerakan Kendaraan Dan Moratorium Penjualan Kendaraan Baru

SELASA, 24 MEI 2016 | 11:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kemacetan di seluruh wilayah DKI Jakarta semakin menggila tiap harinya. Sayangnya, Pemprov DKI cuma sibuk dengan proyek-proyek yang dijanjikan satu waktu nanti bisa mengatasi kemacetan, seperti pembangunan ruas jalan tol dalam kota dan proyek simpang susun Semanggi.

Menurut Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, proyek-proyek tersebut malah menuai kecurigaan kepentingan bisnis dan untung rugi di baliknya.
 
Padahal, penyebab utama kemacetan di Jakarta adalah pemerintah tidak mampu mengendalikan pertumbuhan populasi kendaraan di Ibukota Jakarta.


Setiap hari, jumlah kendaraan yang berlalu-lalang di Jakarta terus bertambah, bahkan kini sudah mencapai 15 juta kendaraan. Ruas-ruas jalan yang ada sudah tidak mampu menampung jumlah itu. Kondisi semakin runyam pada ruas jalan yang dilintasi Bus Transjakarta, karena satu lajur diambil khusus untuk lintasan Transjakarta.
 
Ditambahkan Edison, penyebab lain kemacetan adalah masih rendahnya kesadaran tertib lalu lintas masyarakat, diperparah penegakan hukum yang belum maksimal.
 
Edison menyarankan, dalam kondisi kemacetan parah seperti saat ini, Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya segera melakukan pembatasan pergerakan kendaraan. Hal itu disusul pengadaan transportasi angkutan umum layak yang terintegrasi ke seluruh penjuru ibukota dan terjangkau secara ekonomi.
 
Upaya itu dilaksanakan bersamaan dengan kampanye tertib lalu lintas secara konsisten dan melibatkan peran aktif masyarakat. Agar timbul rasa memiliki disusul dengan meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa tertib lalu lalu lintas adalah kebutuhan.
 
Edison juga meminta pemerintah tidak lupa menggodok kebijakan moratorium penjualan kendaraan baru yang berlaku di Jakarta dan wilayah penyangga ibukota seperti Bekasi, Tangerang dan Depok.
 
"Kebijakan moratorium bisa diberlakukan dalam jangka lima tahun atau tiga tahun, disesuaikan dengan kondisi yang ada," saran Edison. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya