Berita

Endre Saifoel/net

Bisnis

PROYEK PEMBANGKIT JAWA-1

Pertamina Jangan Intervensi PLN!

SELASA, 24 MEI 2016 | 04:50 WIB | LAPORAN:

RMOL. Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai NasDem, Endre Saifoel angkat bicara soal protes Pertamina terkait perubahan persyaratan terkait lelang proyek pembangkit listrik Jawa-1 oleh PT Perusahaan Listri Negara (PLN).

Dalam perubahan itu PLN menegaskan, pemenang lelang diwajibkan menggunakan ‎gas dari Lapangan Tangguh di Teluk Bintuni, Papua, sebagai bahan bakar pembangkitnya. Sementara Pertamina mempersoalkan perubahan itu karena perubahan ketentuan itu bersifat mendadak, sementara proses lelang akan dimulai pada Juli mendatang.

Adapun Pertamina sudah menyiapkan dua mitranya, yakni Total Gas & Power dan Merubeni untuk memperkuat pasokan gas jika memenangkan tender kelak.


Bagi Endre, perubahan syarat dan aturan baru yang ajukan adalah wewenang dan hak dari PLN selaku pemegang proyek. Lagian, protes itu dirasa kurang tepat karena proyek tersebut belum masuk pelelangan.

Maka PLN wajar saja melakukan perubahan (syarat) itu. Selagi itu memberikan keuntungan bagi PLN, maka wajar dan sah-sah saja PLN melakukannnya,” ungkap Endre dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Selasa (24/5).
 
Menurutnya, apabila Pertamina keberatan dan tidak bersedia ikut dalam pelelangan proyek, masih ada konsorsium lain yang berminat.

"Sebaiknya dalam pelelangan ini jangan terkesan adanya penganakemasan, walaupun keduanya sama-sama BUMN. Karena perlu diperhatikan dalam hal ini tidak hanya semata itu, tetapi bagaimana persaingan (lelang) ini berlangsung fair dan tidak ada monopoli,” cetusnya.

Dia menjelaskan, perubahan sebelum waktu pelelangan bukanlah sebuah masalah. Terkecuali pembatalan syarat itu dinilai tidak benar, atau terjadi setelah adanya pemenang lelang.

"Ini kan yang memiliki proyek, PLN. Mungkin saja pihak PLN memiliki perhitungan serta kriteria tersendiri dalam pengerjaan proyek pembangkit listrik,” tutur pria yang biasa dipanggil Haji Wen ini.

Legislator asal Sumatera Barat ini menyoroti banyaknya proyek yang kerap tumpang tindih di antara dua BUMN tersebut.

"Kadang masih ada kerancuan di mana proyek Geothermal (panas bumi) secara kerjaanya berhubungan dengan pengeboran yang dilakukan oleh Pertamina, tetapi nyatanya proyek ini jadi proyek PLN. Begitu sebaliknya, terkait pasokan gas, Pertaminalah yang lebih mengetahui dalam proyek pembangkit listrik malah PLN yang menentukan. Semoga ke depannya bisa lebih ditata lebih baik,” tandasnya.

Proyek Jawa-1 merupakan pembangkit listrik terbesar yang menggunakan gas dan termasuk dalam program 35 gigawatt (GW). Dalam megaproyek ini, pembangkit listrik tenaga gas akan mengambil porsi 20 persen. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya