Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kembali melakukan perombakan manajemen PT Pelabuhan Indonesia II/IPC (Persero). Setelah mengangkat Elvyn G Masassya sebagai pengganti Richard Joost Lino di kursi Direktur Utama, lima direksi baru kembali diangkat untuk menggantikan tiga direksi sebelumnya.
Pelantikan kelima direksi baru ini merujuk kepada Surat Keputusan Menteri BUMN nomor SK-101/MBU/05/2016 tanggal 16 Mei 2016 tentang Pemberhentian dan PengangÂkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia.
Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengklaim, empat dari lima direksi baru IPC yang berasal dari eksternal perusahaan dikenal profesional dan memiliki kecakapan serta pengalaman yang baik di biÂdangnya.
Untuk itu, formasi baru pemimpin IPC diharapkan daÂpat melakukan pembenahan dan pembaharuan di seluruh cabang pelabuhan dan anak perusahaan milik IPC serta mampu memÂbawa penyegaran bagi seluruh lini manajemen IPC.
"Jajaran Direksi baru harus dapat menyebarkan energi positif hingga IPC kemudian dikelola dengan semangat yang terbaÂrukan, harapan untuk perbaikan dan kebaikan serta keberanian untuk menghidupkan kembali mimpi-mimpi besar korporasi dalam memajukan dunia keÂpelabuhanan di Indonesia," jelas Elvyn dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, saat ini IPC membutuhkan pemimpin yang memiliki loyalitas pada kepentÂingan perusahaan, kesepahaman pemikiran tentang arah perusaÂhaan, dan kecakapan memadai yang disertai dengan sikap peduÂli agar IPC sebagai organisasi, mampu menghadirkan kinerja yang baik dan memperbaiki tata kelola pelabuhan.
Adapun susunan Direksi baru IPC per tanggal 16 Mei 2016, yakni Direktur Utama Elvyn G Masassya, didampingi enam direktur: Saptono R Irianto, Dani Rusli Utama, Disril RevoÂlin Putra, Iman Rachman, Riri Syeried Jetta, dan Prasetyadi.
Mereka menggantikan direksi sebelumnya, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Dede R Martin yang sekaligus merangkap Direktur Pembinaan Anak Perusahaan, Direktur OpÂerasi Dana Amin, Pelaksana Tugas Direktur Teknik Saptono R Irianto, Direktur Keuangan Orias P Moedak, Direktur Komersial & Pengembangan Usaha Saptono R Irianto.
Harus KompetenAnggota Komisi VI DPR biÂdang BUMN Refrizal menilai, bongkar pasang direksi BUMN menjadi kewenangan KementeÂrian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas perusahaan BUM. Meski begitu, katanya, Menteri BUMN Rini Soemarno harus menunjuk atau merekoÂmendasikan orang-orang yang memiliki background sesuai dengan bisnis BUMN tempat mereka bekerja nantinya.
"Rotasi memang kewenangan Kementerian BUMN, asalkan proses pemilihannya transparan dan orang-orang yang dipiÂlih kompeten. Komsi VI DPR sebagai mitra BUMN dan peÂmerintah tentu akan mengawasi kinerja mereka. Biarkan direksi ini bekerja dulu, nanti akan ada evaluasi," tegas Refrizal.
Meski tidak dari latar belaÂkang yang sesuai, kata Refrizal, Direksi BUMN harus diisi orang yang punya prinsip sehingga tidak bisa disetir kanan-kiri.
"Karakternya harus kuat dan memiliki visi-misi yang jauh ke depan untuk memajukan perusaÂhaan. Apa pun
background-nya," tegas Refrizal.
Pengamat BUMN dari
AsoÂsiasi Ekonomi Politik IndoneÂsia (AEPI) Salamuddin Daeng mengatakan, perubahan susunan direksi memang diperlukan dengan tujuan menjadikan peÂrusahaan tersebut menjadi lebih baik. Pasalnya, perusahaan miÂlik negara seperti Pelindo II memiliki aset yang begitu besar sehingga diperlukan orang-orang yang kompeten dalam mengelola perusahaan.
"Karena mengelola aset dalam jumlah besar itulah, pemilihan direksinya harus sangat berhati-hati. Dilihat
background-nya bagaimana," kata Salamuddin kepada
Rakyat Merdeka.Ia berharap, perombakan direksi, khususnya di Pelindo II, dapat memberikan angin segar pasca terjadinya berbagai kasus yang menimpa perusahaan tersebut. Apalagi, hal ini masuk dalam ranah wewenang KemenÂterian BUMN sebagai pemegang saham terbesar.
"Kalau milihnya benar, pasti perusahaannya berjalan baik. Tapi kalau nggak, ya masalah yang ada tetap nggak terselesaiÂkan. Yang penting benahi secara internal agar memiliki SDM (sumber daya manusia) yang kompeten," katanya. ***