Berita

net

Hukum

Perkosa 58 Anak, Koko Berlindung Di Balik Uang

SENIN, 16 MEI 2016 | 17:42 WIB | LAPORAN:

Tim Masyarakat Peduli Kediri mengungkap adanya kasus pelecehan seksual terhadap 58 anak yang dilakukan seorang kakek berusia 60 tahun bernama Sony Sandra alias Koko.

Tim yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional membongkar kasus ini setelah mendapat laporan dari Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Brantas Kediri, Jawa Timur.

Anggota tim Ferdinand Hutahean dan M. Hatta Taliwang yang juga merupakan direktur IEPSH menelusuri langsung di Kediri untuk menemukan fakta-fakta terkait kasus yang sangat luar biasa tersebut.


Ferdinand menceritakan, sekitar dua minggu lalu, pihaknya mendapat laporan tentang kasus pemerkosaan anak di bawah umur dengan jumlah korban mencapai 58 orang. LSM lokal Kediri, Yayasan Kekuatan Cinta dan Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Brantas Kediri yang mengadvokasi kasus ini menemukan banyak kejanggalan dalam proses hukum tindakan bejat yang dilakukan Koko.

"Kami  turun ke Kediri berangkat minggu lalu, mengecek kebenaran kasus ini. Kami menemukan fakta-fakta yang mencengangkan, ada kasus besar tidak tercium dan tidak terungkap. Kami merasa ini sangat penting untuk diangkat," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, (16/5).

Koko yang telah menyandang status terdakwa lantaran memiliki finansial kuat, diperlakukan secara khusus oleh penegak hukum. Selama proses pengadilan, Koko terindikasi menyuap jaksa dan hakim agar divonis ringan atas kasusnya. Apalagi, hanya 17 anak yang terindentifikasi karena banyak korban mendapat intimidasi dari Koko dan orang-orang suruhannya.

"Terdakwa juga sesumbar, semua bisa saya beli, jaksa bisa dibeli, Jokowi pun bisa saya beli, itu sesumbar dia," beber Ferdinand.

"Makanya kita angkat kasus ini. Dari tuntutan jaksa terdakwa hanya dituntut 13 tahun penjara. Hanya dituntut ganti rugi Rp 100 juta. Itu salah satu perlakuan istimewa yang didapat terdakwa," jelasnya.

Pihaknya juga menerima laporan banyak intimidasi yang dialami keluarga korban. Pelaku menjanjikan uang Rp 50 juta kepada para korban dan diberikan sepeda motor agar  menarik laporan di kepolisian.

"Kita berharap seluruh pemangku kebijakan meneliti kasus ini ke daerah, korbannya sebanyak 58 orang, terkesan ada pembiaran, negara tidak hadir melindungi rakyatnya. Di Kediri ada kejadian luar biasa dilakukan oleh Sony Sandra. Karena itu kami membuat petisi kepada presiden RI untuk mengawal kasus ini," tegas Ferdinand. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya