Berita

Puti Guntur Soekarno/net

Politik

Cucu Bung Karno Ungkap Penyebab Masyarakat Malas Baca

SABTU, 14 MEI 2016 | 11:01 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Selain eksekutif, legislatif memiliki peranan penting dalam membangun gerakan nasional gemar membaca.

Demikian disampaikan anggota Komisi X DPR, Puti Guntur Soekarno, saat memberi sambutan dalam acara Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2016, di Islamic Center Kabupaten Pangandaran, kemarin. Komisi X sendiri merupakan mitra kerja Perpustakaan Nasional yang telah berperan aktif dalam terbentuknya UU 43/2007 tentang Perpustakaan.

Kemiitraan DPR dan Perpusnas bertujuan untuk pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca baik di tingkat pusat maupun daerah. Namun demikian, Puti tidak menutup mata bahwa hingga saat ini apresiasi masyarakat terhadap perpustakaan masih rendah. Tak hanya itu, minat cendekia untuk menulis juga masih rendah.


"Rendahnya minat baca masyarakat juga disebabkan karena harga buku mahal, lalu ketersediaan buku juga masih terbatas apalagi yang berkualitas," imbuhnya.

Apresiasi masyarakat masih rendah diperparah dengan belum semua jenis buku tersedia untuk semua jenjang dan satuan pendidikan, bahkan distribusi buku tidak merata ke setiap daerah.

Lebih lanjut, cucu Proklamator RI Bung Karno itu menekankan diperlukan pengembangan kemampuan pemustaka sesuai kultur masyarakat. Perlu pemetaan dan indentifikasi wilayah atau kajian perpustakaan berbasis wilayah dan pemberdayaan dan kerjasama masyarakat lokal baik itu LSM, komunitas baca atau pencinta buku.

Di sisi lain, Puti juga mengingatkan bahwa tantangan lainnya yang tidak bisa dianggap sebelah mata yakni harus ada terobosan yang luar biasa agar perpustakaan menjadi tempat yang menarik sehingga perpustakaan sekaligus menjadi land mark yang patut dibanggakan dan diminati publik.

"Selain itu, harus memiliki marketing sensitivity untuk menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Bagaimanapun juga perpustakaan harus menyesuaikan diri dengan dinamika teknologi yang berkembang dalam masyarakat," ucapnya. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya