Berita

Mustafa Badreddine/net

Dunia

Pendukung Hizbullah Menuntut Balas Kematian Badreddine

SABTU, 14 MEI 2016 | 06:46 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ribuan orang berduka di ibukota Lebanon, Beirut, saat menghadiri pemakaman komandan senior Hizbullah, Mustafa Amien Badreddine, pada Jumat.

Badreddine (55) tewas di Damskus, Suriah, oleh serangan Israel pada Selasa malam lalu.

Peti mati Badreddine dibungkus dengan bendera Hizbullah dibawa melalui jalan-jalan di pinggiran Beirut Selatan.


Aljazeera melaporkan bahwa ribuan pendukung Hizbullah menyerukan balas dendam atas kematiannya.

Badreddine merupakan salah satu pejabat tertinggi dalam kelompok politik Syiah itu, dan diyakini oleh pemerintah Amerika Serikat bertanggung jawab atas operasi militer Hizbullah di Suriah, di mana ribuan anggotanya berjuang bersama Presiden Suriah, Bashar Al Assad.

"Badreddine mengambil bagian dalam sebagian besar operasi perlawanan Islam sejak 1982," kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan resmi, mengumumkan kematiannya dan menggambarkan dia sebagai "pemimpin jihad yang besar".

Badreddine wafat dalam serangan Israel yang menargetkan salah satu basis Hizbullah di dekat bandara Damaskus.

Sampai saat ini masih diselidiki apakah kematian Badreddine diakibatkan serangan udara atau artileri.

Mustafa Badreddine menjadi komandan militer menggantikan kakak iparnya, Imad Mughniyah, setelah komandan Hizbullah itu tewas dalam serangan bom mobil di Damaskus pada tahun 2008.

Israel sendiri secara resmi membantah berada di balik pembunuhan Mughniyah. Tapi media Israel melaporkan pada saat itu Mughniyah telah menjadi target upaya pembunuhan Israel sejak tahun 1990-an.

Sementara ini, tidak ada tanggapan resmi dari Israel atas kematian Badreddine. Namun, Israel diketahui telah berulangkali menyerang Hizbullah di Suriah selama konflik lima tahun terakhir di negara itu.

"Kami menolak berkomentar," kata seorang perempuan juru bicara militer Israel kepada Aljazeera. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya