Berita

teguh santosa

Nusantara

Teguh Makan Ketupat Sayur Sebelum Diuji PDIP

RABU, 11 MEI 2016 | 13:24 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Teguh Santosa mengaku tidak membuat persiapan khusus sebelum menjalani fit and proper test di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu (11/5).

"Tidak ada yang spesial persiapannya. Tadi hanya sarapan ketupat sayur di emperan sekitar sini," kata anggota tim sukses Teguh, Faisal Mahrawa, di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat, dikutip dari RMOL Jakarta.

Saat berita ini dilaporkan, Teguh masih menjalani tes psikologi. Sementara Faisal dan tim sukses Teguh menanti di depan gedung DPP melayani pertanyaan wartawan.


Sejak pagi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DKI Jakarta memulai seleksi terhadap para bakal calon gubernur Jakarta. Proses seleksi dimulai dari psikotest yang diadakan di gedung DPP PDIP.

Dari pernyataan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono, dua orang bakal calon berasal dari pengusulan internal yaitu Djarot Saiful Hidayat dan Boy Sadikin.

PDI Perjuangan telah menerima 34 orang pendaftar bakal calon gubernur DKI Jakarta, namun hanya 26 orang yang hadir hari ini.

Teguh Santosa dikenal sebagai Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, dosen di London School of Public Relations (LSPR). Dia juga tercatat sebagai Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK).

Pria kelahiran 1975 ini menyelesaikan pendidikan S-1 di Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran pada tahun 2000. Gelar master dari Jurusan Ilmu Politik dengan konsentrasi studi masa depan didapatkannya dari University of Hawaii at Manoa (UHM), Amerika Serikat pada tahun 2009. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya