Berita

Ahok Cerdas Atau Culas

SENIN, 02 MEI 2016 | 22:00 WIB | OLEH: RICO SINAGA

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menantang para pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang tidak mampu bekerja dan tidak suka kepada dirinya untuk menyampaikan surat pengunduran diri. Surat pengunduran diri itu ditunggunya Senin tadi (2/5).

Tantangan itu disampaikan Ahok saat ia diwawancarai langsung di sebuah stasiun televisi swasta, Jumat sore (29/4).

Ini jurus cerdas Ahok. Dia mengunci bawahannya dengan tantangan agar yang tidak mampu dan tidak suka kepada dirinya untuk mengajukan surat pengunduran diri. Cerdas sekali Gubernur ini. Tentu saja para pejabat di bawahnya tidak akan mau dianggap/dicap tidak mampu.


Dengan demikian sdh bisa dipastikan tidak akan ada yang mundur.

Bagaimana pejabat yag tidak suka kepada Ahok, apakah akan berani mengundurkan diri?

Dari pembicaraan dengan kalangan yang mengetahui situasi rumah tangga pemerintahan Ahok, penulis mendapat informasi bahwa sebenarnya banyak atau paling tidak ada beberapa pejabat setingkat esselon 1, 2 dan 3 yang tidak suka kepada Ahok.

Namun untuk mundur tentu saja mereka harus berpikir berkali-kali. Banyak alasan dan pertimbangan mereka masih bertahan di posisi jabatannya, ada yg berpikir "tanggung usia pensiun tinggal sebentar lagi" atau ada juga yang berpikir"lihat situasilah mungkin dalam waktu dekat ada perubahan yang signifikan oleh faktor politik dan hukum yang sedang terjadi".

Banyak juga yang tidak suka dengan Ahok tetapi "takut kehilangan kedudukan dan rejekinya". Mereka ini mencoba bertahan pada posisi jabatannya saat ini.

Kemudian ada juga beberapa yang memang baru beberapa hari/bulan dipromosikan oleh Ahok untuk menempati posisi jabatan baik di eselon 1, 2 dan 3.

Biasanya pejabat ini yang usianya relatif masih muda dengan demikian lebih energik, walau dari segi teknis dan kemampuan masih ditunggu mereka membuktikannya.

Pejabat yang model terakhir ini adalah pengikut setia Ahok, setiap tugas yang diberikan oleh Ahok pasti mereka mengatakan "siap Pak" atau "baik Pak segera dilaksanakan" tanpa berpikir manfaat/mudaratnya bagi masyarakat.

Bahkan pejabat yang seperti ini selalu menyanjung dan memuji gubernurnya "mantap Pak" atau "top Pak" atau "luar biasa Pak", atau "Jakarta Baru akan segera terwujud Pak".

Dengan demikian sudah bisa dilarikan tantangan Ahok kepada pejabat di bawahnya untuk mengundurkan diri tidak akan terjawab, atau tidak akan tersambut, para pejabat akan diam tanpa bereaksi sama sekali.

Bahkan seorang mantan Walikota Jakarta Utara Rustam Effendi pun tidak akan mundur jika dia tidak dipermalukan dan dituduh "bersekutu" dengan Yusril di muka umum

Bisa jadi Rustam tidak mundur jika hanya alasan tidak mampu bekerja dan tidak suka kepada Ahok.

Di sinilah cerdasnya Ahok, dia sudah berhitung dengan matang bahwa tidak mungkin ada pejabatnya yang mengundurkan diri karena alasan yang dia sampaikan.

Di sisi lain dia ingin menunjukan bahwa dia sepenuhnya mengendalikan semua bawahannya dan sekaligus meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua ambisi dan program-programnya dilaksanakan tanpa dibantah oleh bawahannya.

Cerdaskah Ahok?

Bagi saya Ahok bukan cerdas tetapi "culas". [***]

Penulis adalah Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta).

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya