Berita

basuki purnama/net

Nusantara

Ahok: Kami Ada Pendekatan Sebelum Menggusur

JUMAT, 29 APRIL 2016 | 19:42 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok, membantah tuduhan bahwa dirinya tidak mensosialisasikan lebih dulu proyek sodetan Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT).

Seperti diketahui, warga Bidara Cina memenangkan gugatan melawan Pemprov DKI. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta meminta Pemprov mencabut SK Gubernur Nomor 2779 tahun 2015 tentang Perubahan SK Gubernur DKI Jakarta nomor 81/2014 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Inlet (jalur masuk) Sodetan.

Warga yang bermukim di kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur, mengatakan tidak ada sosialisasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelum penggusuran tempat tinggal mereka untuk memperluas proyek sodetan Kali Ciliwung.


Menanggapi pernyataan tersebut Ahok menampik tudingan tersebut. Dia menilai, sejauh ini pihaknya melakukan sosialisasi sebelum menertibkan pemukiman penduduk yang berdiri di atas tanah aset negara.

"Kami ada pendekatan. Hampir semua penertiban warga katakan enggak ada sosialisasi, dari zaman Waduk Pluit," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (29/4).

Mantan Bupati Belitung Timur itu menekankan sosialisasi bertujuan untuk memberitahu kepada warga bahwa mereka bermukim di kawasan yang bermasalah sehingga Pemprov DKI siap merelokasi mereka. Bahkan sampai ada yang melaporkannya ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

"Pertanyaan saya, kamu tidak tahu kok bisa lapor ke Komnas HAM? Kamu kan merasa tidak ada sosialisasi dari saya, kok kamu bisa lapor ke Komnas HAM bahwa kamu mau ditertibkan. Terus kamu pakai pengacara. Aku jadi bingung," ucapnya heran. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya