Berita

GMNI: Perempuan Sebagai Pilar Ekonomi Bangsa

KAMIS, 21 APRIL 2016 | 15:12 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Peringatan tersebut mengacu tanggal kelahiran Raden Ajeng Kartini pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Penetapan Hari Kartini merupakan penghormatan terhadap gerakan emansipasi yang digagas Kartini yang akhirnya menginspirasi gerakan perempuan di Indonesia.

Komite Pergerakan Sarinah Presidium GMNI Wasanti menyatakan, R.A. Kartini sebagai putri Bupati Jepara hidup dalam lingkungan feodalisme yang kental. Dimana kaum perempuan dibatasi aksesnya pada pendidikan. Dalam situasi kungkungan budaya feodal pada waktu itu membuat R.A. Kartini memiliki semangat bangkit dan melawan sistem patriarki serta feodalisme masyarakat di kalangan priyayi Jawa.‎ Gerakan emansispasi tersebut tertuang dalam bukunya berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

"Ironisnya, setelah 112 tahun wafatnya Kartini masih terjadi pemiskinan terhadap perempuan. Dulu, Kartini membongkar sistem pendidikan yang lebih mengutamakan laki-laki untuk sekolah, yang berimplikasi pada posisi tawar kaum perempuan di bidang sosial-ekonomi. Sekarang, situasinya tidak jauh berbeda. Hari ini masih banyak  kaum perempuan menjadi buruh migran, bekerja di pabrik dengan upah murah. Kondisi demikian merupakan potret kaum perempuan dalam segi ekonomi masih miskin," ungkap kepada redaksi di Jakarta, Kamis (21/4).


Wasanti mengutip sebuah study di Monash Business School Melbourne Australia yang menunjukkan rata-rata penghasilan wanita Indonesia lebih rendah 42 persen dibanding laki-laki. Dengan jumlah populasi yang begitu besar, kaum perempuan seharusnya bisa menjadi pilar utama dalam ekonomi bangsa. Karena dalam lingkup terkecil keluarga saja, perempuanlah yang berperan mengelola ekonomi di wilayah  domestik rumah tangga.

Berdasarkan kondisi tersebut, tepat kiranya pemerintahan Jokowi memaksimalkan peran kaum perempuan di sektor ekonomi. Terlebih, dalam Program Nawacita Pemerintah Jokowi-JK salah satunya berbunyi 'Mewujudkan ekonomi mandiri dengan strategi ekonomi domestik'.

"UMKM pada tahun 2016 melalui Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) yang bersumber dari APBN dan sumber dana lainnya yang sah telah mengucurkan anggaran senilai Rp 1,55 triliun untuk pengembangan UMKM, di mana penggiatnya mayoritas perempuan. Idealnya program tersebut dapat memaksimalkan peran kaum perempuan dalam mewujudkan ekonomi mandiri. Setidaknya dapat menekan angka kesenjangan sosial serta ekspor buruh migran perempuan ke luar negeri. ‎Dengan memaksimalkan peran UMKM berbasis rumah tangga, maka tidak menutup kemungkinan perempuan bisa menjadi pilar utama dalam perekonomian bangsa," jelas Wasanti. [wah]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya