Berita

Indonesia Mendidik Beri Penghargaan Penghafal Al-Qur'an Termuda

SELASA, 19 APRIL 2016 | 09:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Indonesia Mendidik memberikan penghargaan kepada La Ode Musa yang pada usia tujuh tahun berhasil meraih juara tiga saat mengikuti lomba dalam Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional ke-23 di Sharm El-Sheikh, Mesir baru-baru ini.

MHQ Internasional Sharm El-Sheikh diikuti 80 peserta dari 60 negara di antaranya Arab Saudi, Mesir, Sudan, Maroko, Kuwait, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Ukraina dan Australia.

"Prestasi luar biasa membanggakan yang diraih Musa ini bisa menjadi contoh agar anak-anak bangsa kita bisa meraih prestasi di bidang apapun," kata Deklarator Indonesia Mendidik, Alpha Amirrachman, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 19/4).


Menurut Alpha, pemerintah dan masyarakat perlu memberikan apresiasi yang sepadan bagi anak-anak yang meraih prestasi luar biasa seperti Musa. Ini juga bukti bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi untuk menjadi bagian dari Generasi Emas yang cerdas dan produktif.

Tim Indonesia Mendidik memberikan penghargaan itu melalui orang tua Musa, La Ode Abu Hanafi.

Diketahui, Musa juga pernah mengikuti perlombaan hafalan Al-Quran tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi Musa menjadi yang termuda dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta. Ia juga berhasil meraih piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia pada Agustus 2014.

Tidak mengherankan, pada usia lima tahun Musa sudah mampu menghafal seluruh isi dari Kitab Suci Al-Qur’an.

Lahir di Bangka, Musa Hafizh cilik selain menghafal Al-Quran ia juga menghafalkan matan-matan hadis penting, seperti Arbain Nawawi dan lainnya. Orang tua Musa, La Ode Abu Hanafi  dan Yulianti mengisahkan bahwa sejak dalam kandungan ibundanya, Musa sudah diperdengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Inisiator Indonesia Mendidik Muhammad Yusuf, menambahkan bahwa Indonesia Mendidik akan ikut mendorong agar prestasi anak-anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat dan bakat mereka.

"Kita harus mendorong lahirnya Musa-Musa yang lain yang beprestasi di bidangnya masing-masing. Di era persaingan global ini, bangsa ini tidak akan kalah bersaing dengan bangsa lain," pungkasnya optimis. [ysa]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya