Berita

tama­ra bleszynski:net

Blitz

Dianiaya WS Di Bali Tamara Lapor Polisi

SENIN, 18 APRIL 2016 | 09:46 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

WS, sang penganiaya ternyata sudah dikenal Tamara. Enam bulan lalu, teman Ta­mara juga diani­aya oleh WS.

Bleszyn­ski (41) bikin geger. Lewat akun Insta­gramnya, @tama­rableszynskiofficial, artis dan model senior ini curhat mengalami penganiayaan di Bali, Kamis malam lalu.

Tamara menyatakan, dia sedang berada di Kantor Polsek Kuta Utara, Bali. Ia melaporkan penganiayaan yang dilaku­kan oleh seseorang yang memiliki nama berinisial WS.


"Orang tersebut, terus-menerus men­gancam saya dan anak saya di Echo beach, Canggu," tulis Tamara.

Menyertai pernyataannya itu, Duta Tinju Indonesia ini mengunggah pula kolase foto yang menunjukkan bahwa dirinya sedang berada di Kantor Polsek Kuta Utara.

Pada Jumat dinihari, pukul 00.00 Wita, Tamara yang didampingi seorang pria asing dan anggota Buru Sergap datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Trijata, Denpasar. Artis berdarah Polandia dan Sunda itu melakukan visum atas peristiwa yang menimpanya.

Seusai visum di ruang Instalasi Gawat Darurat RS Bhayangkara Trijata pukul 00.13 WITA, Tamara yang mengenakan kaus putih dengan bawahan kain khas Bali berwarna cokelat enggan banyak berkomentar.

"Ya, ini masih proses," katanya saat ditemui wartawan.

Mantan istri Mike Lewis itu tampak ogah banyak bicara. Jalannya semakin cepat sambil beberapa kali menundukkan kepala. Bersama pria asing yang men­emaninya, Tamara bergegas memasuki mobil bernomor polisi DK-1234-KU. Ketika ditanya soal bagian mana yang diperiksa untuk visum, Tamara ogah menjawab sambil terus berjalan. "Sudah diperiksa, tapi hasilnya belum," tuturnya sambil tersenyum.

Balik ke Instagram. Tamara pun dengan sigap langsung menyebar sketsa wajah pelaku penganiayaan. Lelaki yang kurang lebih punya badan tegap itu berpotongan cepak dengan belahan samping.

Tamara pun menitipkan pesan agar masyarakat Bali lebih berhati-hati kala sedang bepergian terutama ke daerah Canggu. "Waspada! Ini ciri-ciri dari pelaku tindakan premanisme di Echo Beach Canggu. Sering terlihat mengen­darai sepeda motor di jalan Batu Mejan, Echo Beach, Canggu," tulisnya di caption foto tersebut.

Aksi bintang film Cicakman 2 dan Air Terjun Pengantin ini pun menuai pujian dan ucapan terima kasih dari netizen. "Prihatin, sebagai warga yang tinggal di Bali kami minta maaf atas kejadian ini, semoga aparat bisa menangkap pelaku tersebut, have to be careful always," tulis @yanibelko. "Semoga selalu dilindungi oleh Yang Di Atas ya mbak," lanjut akun ulfahulfah62. "OMG.. Semoga mbak Tamara & Kenzou aman dalam lindungan Tuhan dan polisi," tulis akun anwar_sugiono.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol Wayan Artha Ariawan, menyatakan, awal mula kejadian penganiayaan itu terjadi Kamis lalu sekitar pukul 19.20 WITA. Tepatnya, di Jalan Raya semat, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali.

Wayan Artha menuturkan, korban men­galami penganiayaan dijambak rambut­nya oleh WS menggunakan tangan kiri. Saat itu, korban dibonceng oleh teman korban (saksi).

Dan terlapor juga berboncengan den­gan seseorang temannya, yang sudah membuntuti korban dari Jalan Paping hingga di pertigaan Jalan Semat.

"Korban dijambak rambutnya sekali saja dan ada kata-kata yang kurang patut terhadap korban oleh terlapor," ungkap­nya, kemarin.

Terlapor meneriaki korban dengan kata kata, "Kamu Punya Karma di Bali".

Sehingga korban merasa ada sakit dan pusing di kepala sebelah kanan, yang akhirnya berhenti di warung dagang kaki lima.

Ternyata, WS dan temannya datang kembali dan pada saat itu teman WS juga sempat hendak turun dari motornya dengan gerakan hendak memukul

Saat itu juga, Tamara bersama teman­nya langsung kabur dan melaporkan kejadian ke Polsek Kuta Utara.

"Terlapor sudah diketahui. Kami masih dalami untuk pembuktian. Saksi dan bukti visum masih menunggu untuk pembuktian," tukas Wayan Artha.

Adapun WS sebagai terlapor sebe­narnya sudah kenal dengan Tamara. "Sejak semalam, kami sudah telusuri TKP. Memang ada beberapa saksi," kata Wayan Artha.

Dia menambahkan, seorang teman Tamara juga mengalami kekerasan dari WS, enam bulan lalu.

"Memang pernah terjadi juga peris­tiwa penganiayaan. Yang jadi korban teman Bu Tamara. Bu Tamara hanya sebagai saksi saat itu, oleh terlapor yang sama. Terlapor warga lokal," tambah­nya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya