Berita

Iluni UI: Reklamasi Bertentangan Dengan Poros Maritim Jokowi

MINGGU, 17 APRIL 2016 | 20:35 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menolak reklamasi Teluk Jakarta. Rusaknya budaya maritim salah satu alasan penolakan Iluni UI.

"Sekarang reklamasi ini untuk siapa, untuk korporasi atau masyarakat? Kalau untuk masyarakat, masyarakat yang mana? Masyarakat apa? Apakah masyarakat korporasi atau nelayan?" Ketua Umum ILUNI UI Chandra Motik Yusuf  saat ditemui usai aksi penolakan dan penyegelan Pulau G, Teluk Utara Jakarta, oleh nelayan di pelabuhan Muara Angke, Minggu (17/4).

Dia menegaskan reklamasi Teluk Utara Jakarta bertentangan dengan semangat poros maritim Indonesia yang digalakan Presiden Joko Widodo. Tulang punggung dari poros maritim sendiri adalah para nelayan. Mengabaikan kehidupan para nelayan berati menodai misi suci poros maritim.


"Karena yang bekerja d ibidang maritim pun gak sampai 10 persen, dan itu berarti cuma 2 juta dan salah satu pelaku budaya maritim itu adalah nelayan," ujar Candra.

"Nah ini kalau sampai dilakukan reklamasi, otomatis akan mempengaruhi budaya maritim tidak hanya Jakarta, tapi budaya maritim seluruh nusantara," imbuhnya.

Selain itu katanya, reklamasi juga akan memunculkan kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Reklamasi nyata-nyata mengabaikan nasib nelayan.

"Kalau memang untuk korporasi berarti berpihak kepada korporasi," singgungnya.

Siang tadi ribuan tradisional di pantai utara Jakarta menggelar aksi penolakan dan penyegelan di Pulau G yang merupakan salah satu pulau reklamasi garapan PT Muara Wasesa Samudera, yang juga merupakan anak perusahaan PT Agung Podomoro Land (APLN).

Nelayan mengecam akan melakukan aksi lanjutan dengan jumlah masa yang lebih banyak lagi apabila Pemprov DKI melanjutkan proyek reklamasi.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya