Berita

ilustrasi/net

Politik

Ribuan Nelayan Demo Tolak Direlokasi Oleh Ahok

MINGGU, 17 APRIL 2016 | 18:22 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Ribuan nelayan Muara Angke menolak untuk direlokasi ke kawasan Kepulauan Seribu.

Kordinator nelayan, Syarifuddin, mengatakan kebijakan relokasi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tak lain sebagai penggusuran tempat tinggal dan mata pencaharian nelayan akibat proyek reklamasi di kawasan Teluk Jakarta.

"Nggak mau dipindahkan. Ahok juga bilang ribuan nelayan akan dipindahkan ke Pulau Seribu, Pulau Burung, kita menolak. Di situ (Muara Angke) sudah ada fasilitas, RS, sekolah," ujar dia ketika menggelar aksi penolakan dan penyegelan di Pulau G, Teluk Jakarta, Minggu (17/4).


Pelabuhan Muara Angke diakuinya sudah menjadi pusat kegiatan para nelayan, sehingga sudah melekat.

"Kalau Ahok paham itu, di sini (Muara Angke) jantungnya nelayan," imbuhnya.

Tetapi, dia melanjutkan, semenjak adanya penggalian pulau di Teluk Utara Jakarta berdampak pada perubahan sistem sosial. Nelayan banyak dirugikan akibat adanya mega proyek tersebut.

"Setelah Ahok menjadi gubernur banyak penggusuran, reklamasi, yang intinya begitu. Jadi semua itu mengalami perubahan besar. Kapal-kapal tumpahkan pasir, air keruh, banyak ikan mati," paparnya.

Syarifuddin bersama ribuan nelayan menggelar aksi penolakan dan penyegelan di Pulau G yang merupakan salah satu pulau reklamasi garapan PT Muara Wasesa Samudera yang juga merupakan anak perusahaan PT Agung Podomoro Land (APLN).

Para nelayan juga mengecam akan melakukan aksi lanjutan dengan jumlah masa yang lebih banyak lagi apabila pemerintah masih tetap melanjutkannya.[dem]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya