Berita

Walikota Jakut Minta Maaf Ke Warga: Gubernur Kita Suka Aneh-Aneh Ngomongnya

JUMAT, 15 APRIL 2016 | 20:40 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Walikota Jakarta Utara, Rustam Efendi, meminta maaf kepada warga Pasar Ikan, Penjaringan, atas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok). Dia berjanji akan mengingatkan Ahok bahwa warganya tidak melakukan seperti yang dituduhkan.

Hal itu disampaikan Rustam dalam pertemuan dengan warga Pasar Ikan dan anggota DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jumat (15/4).

"Tahu lah Gubernur kita seperti itu, suka aneh-aneh juga ngomongnya. Nanti saya bilang Pak, itu warga saya. Saya nggak bilang warga saya menjarah," ujarnya.


Rustam menyampaikan menanggapi protes warga Pasar Ikan yang dalam pertemuan tersebut menyampaikan yang menyampaikan keberatan atas atas Ahok.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga eks kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, memilih tinggal di perahu. Mereka memilih menjadi 'manusia perahu' karena rusun yang diberikan Pemprov DKI ukurannya kecil dan kurang layak.

Mendengar komentar warga, Ahok mau ambil pusing. Dia justeru menantang seberapa lama puluhan warga bertahan hidup di atas perahu tersebut. "Ya enggak apa. Lama-lama dia juga hilang sendiri. Biarin saja dulu, nanti juga kapok," kata Ahok pada Rabu (13/4) lalu.

Ahok curiga ada motif dibalik sikap puluhan warga itu. Dugaannya adalah mereka tinggal di atas perahu hanya untuk mengintai penataan Pasar Ikan dan permukiman di sekitarnya.

Jika dinding turap guna menormalisasi kali yang rencananya bakal digarap Pemprov DKI rampung, Ahok menengarai puluhan warga itu akan menduduki lahan itu lagi. "Dia bukan mau tinggal di perahu. Dia lagi mau ngintai. Nanti kalau sudah sheet pile dia mau injek lagi di atas," terangnya. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya