Berita

jusuf kalla/net

Kapan JK Minta Maaf Dan Mundur

SELASA, 12 APRIL 2016 | 10:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di beberapa negara, pejabat tinggi negara yang namanya atau keluarganya tersangkut Panama Papers langsung mengundurkan diri atau sibuk meminta maaf dan memberikan klarifikasi kepada publik.

"Hanya di Indonesia, yang seorang Wakil Presiden tampak seolah tidak terjadi apa-apa saat keluarganya tersangkut Panama Papers dan malah masih bisa mengintervensi kewenangan prerogatif atasannya, Presiden, dalam lakukan reshuffle kabinet," kata tenaga ahli DPR, Lamen Hendra Saputra, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 12/2).

Pernyataan Lamen, yang juga mantan Ketua Umum LMND ini, terkait dengan nama-nama keluarga JK. Keluarga JK ini, ungkap Lamen, ditengarai terlibat penggelapan pajak berdasarkan rilis dalam Panama Papers. Di antara keluarga JK itu adalah anak kandung (Solihin Kalla), adik kandung (Ahmad Kalla), adik ipar (Aksa Mahmud), dan keponakan (Erwin Aksa).


Pernyataan Lamen itu juga terkait dengan perkataan Presiden Jokowi, dalam wawancara di Brebes, bahwa ia belum mencapai kesepakatan dengan Wapres Jusuf Kalla terkait reshuffle Kabinet.

"Saran kami adalah agar Presiden tidak perlu lagi libatkan JK dalam hal reshuffle kabinet. Bila tidak mau mundur atau minta maaf, biarlah JK memberikan klarifikasi yang sejelas-jelasnya atas keterlibatan penggelapan pajak bisnis keluarganya," sambung Lamen. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya