Berita

foto: net

Politik

PANJA GULA DPR

Jokowi Diminta Tak Terkecoh Dengan Rekomendasi Legislator Gerindra

SELASA, 12 APRIL 2016 | 00:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Jokowi diminta tidak terkecoh dengan rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Gula DPR melalui pernyataan Ketua Panja Gula, Abdul Wachid yang meminta pemerintah untuk mencabut atau menutup 9 dari 11 izin industri gula rafinasi. Pasalnya, rekomendasi itu diduga memiliki operasi agenda setting oleh tujuh samurai importir gula putih yang ingin mendapatkan izin impor gula putih kristal meski selama ini selalu merugikan masyarakat dan petani tebu.

Pernyataan Abdul Wachid dinilai memiliki benang merah, asal bunyi, tanpa solusi dan berpotensi akan membunuh industri makanan dan minuman nasional yang meyerap tenaga kerja formal dan informal hampir 18,9 juta pekerja.

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring, Bin Firman Tresnadi menyayangkan sikap kader Partai Gerindra Abdul Wachid karena dinilai kurang mengerti tentang tata niaga gula nasional dan tidak berpihak kepada masyarakat yang menjalankan usaha kecil menengah di sektor makanan dan minuman yang membutuhkan produk industri gula rafinasi dimana UKM merupakan cerminan ekonomi kerakyatan.


"Presiden Jokowi jangan terkecoh rekomendasi panja gula DPR. Kami minta Gerindra memanggil Abdul Wachid dan menariknya dari Panja Gula DPR karena akan membuat simpatik masyarakat menurun terhadap Gerindra," katanya.

Bin Firman mengungkapkan akhir-akhir ini disinyalir ada operasi senyap yang dilakukan oleh mafia importir gula kristal putih terhadap industri gula rafinasi di Indonesia. Sinyalemen tersebut diketahui dengan cara mengadu domba antara petani tebu dan pabrik gula putih kristal dengan industri gula rafinasi. Caranya dengan menggunakan usaha makanan dan minuman fiktif untuk membeli gula dari industri rafinasi. Kemudian gula rafinasi tersebut dijual kembali atau dirembeskan ke pasar-pasar dengan harga yang sangat murah bila dibandingkan gula pasir tebu.

"Hal ini terbukti dengan temuan investigasi tim pencari fakta di Cimahi, Purwokerto, Banjarnegara, Gunung Kidul, Surabaya, Garut, Tasikmalaya, Bogor, Bekasi dan Depok," ujar Bin Firman.

Sementara itu hasil investigasi IDM ke pedagang pasar di kota- kota yang terjadi rembesan gula rafinasi, mayoritas pedagang mengakui membeli gula rafinasi yang dikemas dalam karung tanpa merk dari mobil yang berkeliling.

"Hal ini tentu sangat merugikan industri gula rafinasi nasional. Dengan begitu industri gula rafinasi nasional akan dituduh menjual gula rafinasi langsung ke pasar dan dijadikan sebagai musuh bersama petani tebu," tegasnya.

Pria yang juga aktif sebagai pengurus Organisasi Petani tingkat nasional ini menyatakan ada langkah operasi kontra intelejen oleh mafia impor gula putih dan para peyelundup gula putih kristal untuk menghancurkan industri gula rafinasi yang masih sangat diperlukan untuk memasok industri makanan dan minuman

"Ada upaya besar dari para mafia impor gula putih yang terkenal dengan sebutan tujuh samurai gula yang sudah dicabut izinnya saat pemerintahan SBY-Boediono. Akibat ulah tujuh samurai, importir gula putih kristal saat itu, selalu meyebabkan harga gula tinggi dan terjadi inflasi pangan," tukas Bin Firman. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya