Berita

teguh santosa/net

Aliansi Pekerja Jakarta Dukung Pencalonan Teguh Santosa Dalam Pilkada DKI

SENIN, 11 APRIL 2016 | 07:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pilihan calon gubernur DKI Jakarta semakin terbatas setelah kasus suap reklamasi pantai Jakarta dan Panama Papers muncul ke permukaan. Beberapa sosok muda yang tadinya diarapkan dapat menjadi motor perubahan Jakarta, ternyata menjadi bagian dari persoalan yang dialami masyarakat Jakarta.

Demikian disampaikan Kordinator Aliansi Pekerja Warga Jakarta (APWJ), Tri Sasono. Tri Sasono pun melirik Teguh Santosa, yang merupakan wartawan senior. Menurut Tri Sasono, kalangan pekerja dan buruh Jakarta mengapresiasi dan mendukung wacana pencalonan Teguh Santosa sebagai gubernur DKI Jakarta.

"Teguh Santosa bukanlah sosok yang asing. Teguh memiliki komitmen yang besar terhadap persoalan kebangsaan dan perkotaan, khususnya yang terkait dengan kehidupan masyarakat kelas pekerja," kata Tri kepada redaksi beberapa saat lalu (Senin, 11/4).


Menurut Tri Sasono, yang juga merupakan Sekjen Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, selama Basuki Tjahaja Purnama) memimpin Jakarta, nasib kelas pekerja tidak pernah diperhatikan. Bahkan, selama Ahok memimpin, daya beli pekerja semakin turun draktis. Nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta masih di bawah tetangga, seperti Bekasi dan Tangerang.

Masih menurut Tri Sasono, Pemprov DKI Jakarta hingga kini masih lebih memperhatikan warga Jakarta kelas menengah. Pemprov DKI Jakarta terlihat hanya fokus memperbaiki sarana drainase dan saluran sungai serta waduk untuk membuat pemukiman mewah tidak terkena banjir. SK Gubenur DKI Jakarta tentang izin reklamasi pantai utara Jakarta tanpa menunggu perda mengenai zonasi juga membuktikan Gubernur Ahok hanya memperhatikan kawasan hunian mewah bagi warga Jakarta kelas atas.

"Sedangkan buruh dan warga miskin Jakarta cukup diberi rumah susun sewa itu pun tidak banyak dibangun semasa Ahok memerintah," sambungnya.

Meski mendukung Teguh Santosa, Tri Sasono tidak mau memberikan cek kosong. Dukungan ia berikan bila Teguh bersedia melaksanakan beberapa agenda yang berhubungan dengan nasib buruh dan warga Jakarta yaitu, perbaikan upah buruh/pekerja; perbaikan layanan kesehatan; jaminan pedidikkan; jaminan kepemilikan rumah; dan jaminan hari tua warga Jakarta.

"Dalam pertemuan, Teguh mengatakan bahwa hal-hal yang kami minta itu adalah hak dasar yang harus disediakan pemerintah. Ini jawaban yang memuaskan," demikian Tri Sasono. [ysa]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya