Berita

joko widodo/net

Politik

Sinyal Reshuffle Jilid II Semakin Menguat

JUMAT, 08 APRIL 2016 | 10:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Perombakan atau reshuffle kabinet jilid II sepertinya akan dilakukan dalam waktu dekat. Tanda-tandanya pun sudah mulai terlihat. Tanda-tanda itu persis sama dengan reshuffle kabinet jilid I pada Agustus 2015.

Dikabarkan, Kamis malam (7/4), Presiden Jokowi memanggil beberapa menterinya ke Istana Bogor, Jawa Barat. Selain menteri, beberapa orang di luar kabinet juga ikut dipanggil.

Selain itu, sesudah Sidang Kabinet Paripurna kemarin, Jokowi juga melakukan pertemuan empat mata dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pertemuan ini diduga sebagai finalisasi reshuffle kabinet jilid II.


Sinyal reshuffle kabinet jilid II memang semakin kentara dan menguat. Kemarin dalam sidang kabinet, Jokowi menyentil para pembantunya.

Jokowi menegaskan, hal-hal yang lama mengenai rancangan anggaran tidak boleh lagi dibagi dan disusun rata-merata. Dia meminta agar fokus pada apa yang akan dikerjakan, tidak perlu banyak-banyak program.

Jokowi juga memerintahkan para menteri dan kepala lembaga untuk menghilangkan nomenklatur anggaran yang bersayap, yang absurd. Dia minta langsung to the point saja. "Saya kira sudah berulang-ulang kali saya sampaikan. Istilah-istilah yang berkaitan dengan pemberdayaan, peningkatan, hilangkan dan masuk kepada hal-hal yang ingin kita lakukan," tegasnya.

Jokowi juga meminta para menteri dan kepala lembaga agar mempekuat kerja sama, sinergi antara kementerian dan lembaga. "Saya meyakini, penajaman program prioritas yang berdampak signifikan, pengintegrasian, konsolidasi sumber pendanaan yang ada di kementerian betul-betul akan menjadikan program itu menjadi kelihatan dan dirasakan oleh masyarakat," imbuhnya.

Terakhir, Jokowi menegaskan politik pemerintah adalah politik kerja, bukan politik wacana. "Fokus pada apa yang sudah direncanakan agar terlaksana di lapangan bisa terwujud, bisa bermanfaat bagi rakyat. Nanti rakyat yang akan menilai, kita ini sudah bekerja atau belum. Kita ini mampu bekerja atau tidak," tukasnya. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya