Berita

jk/net

PANAMA PAPERS

JK Harus Serahkan Aset Keluarga Dalam Skandal Panama Papers Ke Negara

KAMIS, 07 APRIL 2016 | 19:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wakil Presiden Jusuf Kalla harus segera mengklarifikasi keberadaan nama-nama keluarga besarnya dalam dokumen Panama Papers. Sebab diduga kuat rekening yang diungkap dokumen Panama Pepers ‎terkait dengan penggelapan pajak, pencucian uang dan kegiatan ilegal lainnya.

"Jika memang rekening keluarganya terbukti terkait dengan kegiatan illegal, maka tidak ada salahnya JK mulai berpikir untuk mengundurkan diri saja. Itu akan lebih mengesankan JK sebagai negarawan sejati daripada nanti ada desakan pengunduran diri sebagaimana yang terjadi di luar negeri," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni, kepada redaksi (Kamis, 7/4).

Sya'roni mengingatkan gelombang Panama Papers sudah banyak menggusur nama-nama penting dari jabatannya, seperti Perdana Menteri (PM) Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson, Pejabat senior FIFA Juan Pedro Damiani, dan Kepala organisasi antikorupsi Transparency International cabang Cile Gonzalo Delaveu.
‎

‎
Dia mengatakan, memang bukan nama JK yang tercantum dalam dokumen Panama Papers, tetapi gara-gara ulah keluarga nama JK dikait-kaitkan. Keluarga JK yang muncul dalam bocoran Panama Papers bersama sejumlah tokoh Indonesia lainnya adalah Solihin Kalla (anak), Ahmad Kala (adik), Aksa Mahmud (adik ipar) dan Erwin Aksa (keponakan).

Apalagi, lanjut Sya'roni, bukan kali ini saja keluarga Wapres JK diberitakan terkait dengan kegiatan kontroversial. Sebelumnya keluarga Wapres juga diberitakan bertemu dengan mantan bos Freeport James Moffet, dimana waktu itu sedang heboh kasus lobby perpanjangan kontrak Freeport.

Sya'roni menilai munculnya dokumen Panama Papers bisa menstigmakan label hitam kepada pemiliknya. Kalau rekening atas nama pengusaha maka pengusahanya disebut pengusaha hitam. Kalau rekening atas nama penguasa maka dia disebut penguasa hitam. Kalau nama yang sekedar terseret itu namanya jadi kambing hitam.

"Oleh karena itu, Wapres JK jangan sampai jadi kambing hitam hanya gara-gara terseret nama keluarganya yang terpampang dalam dokumen tersebut. Jangan sampai nama besar dan integritas yang sudah susah payah dibangun oleh JK terkikis pelan-pelan oleh ulah keluarganya," katanya.

Bila enggan mengundurkan diri dan masih ingin membaktikan diri sebagai Wapres, Sya'roni menyarankan sebaiknya JK segera meminta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia. Dan bahkan, akan lebih luar biasa jika JK juga berinisiatif menyerahkan seluruh aset para keluarga yang tercantum dalam dokumen Panama Papers untuk bangsa dan rakyat Indonesia.

"Ini mungkin bisa menjadi penebus (JK) untuk membersihkan nama keluarga," demikian Sya'roni.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya