Berita

jusuf kalla/net

Periksa Keluarga JK Cs Yang Terlibat Skandal Panama Papers

KAMIS, 07 APRIL 2016 | 17:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah dan aparat penegak hukum diminta untuk mendalami nama-nama orang Indonesia yang disebut dalam dokumen "Panama Papers".

Di dalam dokumen tersebut, ada ribuan nama dari Indonesia yang menjadi klien Mossack Fonseca yang terindikasi melakukan tindak penghindaran pajak, dan pencucian uang.

Dokumen "Panama Papers" disusun dan dibocorkan Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ).


Dokumen ini meliputi data transaksi rahasia keuangan para pimpinan politik dunia, skandal global, dan data detail perjanjian keuangan tersembunyi para pengemplang dana, pengedar obat-obatan terlarang, miliarder, selebriti, sampai bintang olahraga.  

Dalam dokumen Panama Papers, terdapat 2.961 orang Indonesia yang berkaitan dengan sejumlah perusahaan offshore. Selain nama individu dan perusahaan, seperti Lippo, Podomoro, dan Djarum, dokumen Panama Papers juga memuat alamat klien Mossack Fonseca.

Untuk individu, keluarga JK turut muncul dalam bocoran Panama Papers bersama sejumlah tokoh Indonesia lainnya. Mereka adalah Solihin Kalla (anak), Ahmad Kalla (adik), Aksa Mahmud (adik ipar) dan Erwin Aksa (keponakan).

"Periksa seluruh nama dan alamat orang-orang Indonesia yang terkait dokumen Panama Papers," tuntut Syahrul Efendi Dasopang dari Komite Penduduk Asli Indonesia (KOPAI), kepada redaksi, Kamis (7/4).

"Bila terbukti melanggar hukum, sita seluruh aset-aset mereka," sambungnya.

Apa yang disampaikan Syahrul merupakan dua dari Tiga Tuntutan Komite Penduduk Asli Indonesia atau disingkat Tritupai. Satu tuntutan lainnya adalah hukuman setimpal bagi mereka yang terbukti melanggar.

"Jatuhkan hukuma mati kepada mereka," kata Syahrul yang pernah menjabat Ketua Umum PB HMI.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya