Berita

foto: net

RESHUFFLE JILID II

Pendikte Presiden Adalah Kelompok Yang Haus Kekuasaan

RABU, 06 APRIL 2016 | 09:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Di balik wacana reshuffle kabinet yang santer saat ini, tercium aroma pertarungan politik baik di dalam kabinet maupun yang melibatkan partai-partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK.

"Saya melihat seperti ada pihak-pihak yang mencoba mempengaruhi dan mendikte presiden untuk melakukan reshuffle," kata Direktur PolComm Institute, Heri Budianto di Jakarta, Rabu (6/4).

Mestinya kelompok-kelompok ini tidak memaksa-maksa presiden untuk melakukan reshuffle, apalagi seperti melakukan arahan untuk menggeser menteri-menteri tertentu.


"Ini tidak sehat, karena jika ini terus dilakukan, maka akan merugikan stabilitas pemerintahan khususnya kekompakan kabinet," ujar Heri.

Bukan itu saja, Presiden Jokowi juga akan terganggu dengan situasi ini. "Bisa jelek penilaian publik terhadap presiden, jika terus diganggu soal reshuffle," kata Heri.

Sebab publik bisa saja menilai presiden kurang tegas, jika tekanan ini dikabulkan. Karenanya alangkah eloknya presiden diberikan kewenangan dan di-support untuk dapat melaksanakan hak prerogatifnya.

Heri menambahkan jika kelompok-kelompok yang menginginkan reshuffle tersebut terus mengganggu presiden, bukan tidak mungkin juga rakyat akan menilai negatif mereka.

"Sebab seperti kehausan kekuasaan dan hanya berorientasi pada posisi tanpa melihat efek dari situasi ini yakni stabilitas pemerintahan," pungkas Heri.

Sebelumnya, PKB bereaksi keras atas manuver pihak-pihak yang menciptakan opini untuk mengarahkan pemberitaan reshuffle terhadap kadernya. Wakil Sekretaris Jenderal PKB Jazilul Fawaid mengatakan, ada pihak-pihak yang mengincar kursi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, yang kini dijabat kader PKB, Marwan Jafar, dengan cara menyebar berita fitnah atau berita yang di luar fakta.

"PKB akan siap melawan manuver pihak-pihak tertentu. PKB akan melawan segala bentuk penggiringan berita dan melawan ambisi orang-orang tertentu yang ingin merebut kemendesa," kata Jazil.

Menurut dia, Sekretaris Kabinet Pramono Anung sengaja bermanuver untuk memainkan opini di media, termasuk memainkan isu eks pendamping PNPM untuk mendelegitimasi Kementerian Desa. "Keliatan sekali motifnya, pernyataan Seskab di media ketika itu kan ingin intervensi atau ngatur-ngatur presiden, padahal sikap presiden sudah jelas, beliau tidak mau ditekan-tekan, tidak mau didikte, dan tidak mau diinvensi," tukas Jazil. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya