Berita

fahri hamzah/net

Politik

Tidak Mungkin Singa PKS (Fahri Hamzah) Dijadikan Kucing Meong

SELASA, 05 APRIL 2016 | 10:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memecat Fahri Hamzah dari keanggotaan partai. Dampaknya, Fahri akan kehilangan jabatan wakil ketua DPR sekaligus sebagai anggota DPR.

Pengamat politik dari UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menilai, Fahri memang sosok yang kontroversial. Satu sisi banyak yang menyukai gaya khas bicaranya yang blak-blakan, namun ada juga yang tidak menyukainya.

Pengurus PKS dinilai tidak suka dengan gaya Fahri yang dikenal berani, keras, dan tanpa kompromi. Makanya Fahri dipecat.


"Tapi tidak mungkin juga singa PKS itu (Fahri Hamzah) dijadikan kucing meong," kata Pangi kepada redaksi, Selasa (5/4).

Menurutnya, tidak ada alasan untuk mengubah gaya komunikasi Fahri yang cenderung memunculkan polemik dan kegaduhan. Pertanyaan yang menggelitik, sama sulitnya mengubah gaya komunikasi Gubernur Ahok. Mustahil pejabat publik apalagi politisi menyenangkan semua orang.

"Pemecatan Fahri sangat miris. Adakah hal-hal yang prinsip dilabrak Fahri? Fahri spektrum politik PKS, apakah dosa besar gaya komunikasi Fahri selama ini kurang disukai," sebut Pangi.

Pada prinsipnya, jelas Pangi, bagaimana politisi itu bisa bersih dan punya kapasitas. Karena banyak juga politisi yang ramah dan lemah lembut namun koruptor kelas kakap. Lalu, apakah di PKS semua kader dipaksa dengan gaya ustadz.

"Sebenarnya, sosok Fahri asli keras, cukup mewarnai PKS dan DPR. Kalau dipecat karena gaya komunikasi dan tutur bahasanya yang dinilai kurang elok, berarti ke-Indonesian kita perlu dipertanyakan kembali?" tukas Pangi. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya