Berita

misbakhun/net

Politikus Golkar Apresiasi Pemerintahan Jokowi Yang Mau Manjakan PKL

SENIN, 04 APRIL 2016 | 23:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komitmen pemerintah menata stadion sepakbola di seluruh Indonesia, melalui penataan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di areal lapangan sepak bola, yang akan diberlakukan ke 1.000 stadion sepakbola yang akan dibangun di seluruh Indonesia, merupakan perwujudan pemerintahan Presiden Jokowi yang selalu pro rakyat kecil.

Apresiasi ini disampaikan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, M.Misbakhun. Menurutnya, itu perwujudan pemerintahan Presiden Jokowi yang selalu pro rakyat kecil.

"Sebagai bagian dari program pro rakyat kecil Presiden Jokowi, saya selalu mendukung program Pak Jokowi tersebut," tegas Misbakhun beberapa saat lalu (Senin,4/4).


Dia menilai bahwa salah satu dampak event olah raga adalah rakyat kecil dilibatkan, ekonomi rakyat berkembang, sehingga terjadi aktivitas ekonomi yang baik. Masyarakat bisa menghasilkan penghasilan untuk melanjutkan penghidupannya.

"Sebagai anggota DPR, saya mengapresiasi cara Pemerintah mengelola GBK ini dengan baik tanpa menyingkirkan para pedagang kaki lima. Para pedagang ini manfaatnya banyak," ulasnya.

Menurut dia, apa yang dilakukan itu semakin penting karena Indonesia akan segera memasuki pelaksanaan Asian Games.

"Kompleks GBK direnovasi demi persiapannya dan ini adalah konsep untuk menata kembali GBK dengan melibatkan asosiasi pedagang kaki lima-nya. Ini patut diapresiasi dari pengelola GBK karena mereka sungguh-sungguh ingin menata," jelas Misbakhun.

Misbakhun berharap semuanya bisa dikelola dengan baik, dan para pedagang diatur. "Kalau pedagang ditata dengan baik, sampah tidak dibuang sembarangan, kegiatan ekonomi berjalan, pertandingan berjalan aman, maka semuanya sempurna," tandasnya.

Dikatakan Misbakhun, apa yang dilakukan Menpora itu sudah sejalan dengan apa yang dibahas di Komisi II DPR selama ini. Komisi itu memang menangani isu pemerintahan dalam negeri dan pemerintahan daerah, termasuk pengelolaan aset strategis negara seperti Kawasan Senayan dan Kemayoran. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya