Berita

Bisnis

Karyawan Setuju Dirut Ancol Dicopot

SENIN, 04 APRIL 2016 | 22:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama berencana mencopot Direktur Utama Ancol, Gatot Setyo Waluyo. Menanggapi hal itu, mayoritas karyawan PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) ‎setuju Gatot didepak.

Bagi para karyawan pencopotan Gatot sangat beralasan. Sikap para karyawan ini sudah disampaikan kepada para pihak terkait.

Informasi yang diperoleh redaksi dari karyawan Ancol, Gatot antara lain dinilai tidak menjiwai bisnis pariwisata dan rekreasi. Sejak posisi dirut ditempati Gatot pada medio Mei 2013 hingga saat ini tidak ada inovasi baru di Ancol.


Di mata karyawan kebijakan pemotongan gaji tidak bisa diterima. Gatot memberlakukan pemotongan gaji pokok (upah pokok) kepada karyawan yang terlambat atau tidak masuk. Para karyawan menganggap kebijakan Gatot ini melanggar undang-undang.

Pasal 20 ayat (1) PP No 8/1981 tentang Perlindungan Upah menyebutkan bahwa pemotongan upah mengenai denda atas pelanggaran yang dilakukan pekerja mesti dilakukan apabila diatur secara tegas dalam suatu perjanjian tertulis atau perjanjian perusahaan.

Selain itu, Gatot dinilai melakukan rotas jabatan dengan tidak profesional. Dia tidak tidak menempatkan the right man in the right place di lingkungan kerja Ancol. Hal ini dibuktikan dengan keputusan Gatot menempatkan lulusan sarjana teknik mesin menjabat kepala departemen hukum. Sementara, ada sarjana hukum senior yang lebih layak ditunjuk.

Tidak pernah turun ke lapangan untuk berkoordiansi dengan bawahan, dan aset banyak yang rusak terbengkalai sebagai dosa lain Gatot di mata karyawan. Selain itu, Gatot juga tidak taat hukum.  Hingga saat ini Gatot tidak melaporkan harta kekayaan ke KPK, dan malah dengan sombong menantang; "buat apa?"

Terakhir, kasus ABC (Ancol Beach City) tidak diselesaikan dengan benar. PJA dirugikan karena Wahana Agung Indonesia Propertindo (WAIP) tidak bisa mengadakan show internasional dan berakibat sepinya pengunjung yang datang ke Ancol. Kondisi ini sudah berjalan 2 tahun.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya