Berita

ilustrasi/net

Hukum

Suap Reklamasi Mengalir Ke STOP BEST GEMA

SENIN, 04 APRIL 2016 | 14:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Penangkapan M. Sanusi usai menerima suap dari petinggi Agung Podomoro Land ‎memunculkan banyak cerita. Salah satu cerita yang dipergunjingkan adalah suap tidak hanya masuk ke saku Sanusi.

Sanusi ditangkap tim KPK pada Kamis (31/3) malam di salah satu pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Selatan. ‎Dia ditangkap setelah menerima uang Rp 140 juta, uang dari total Rp 1,4 miliar yang disita KPK dari Sanusi.

Kabar yang beredar menyebutkan suap pemulusan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang reklamasi dan zonasi agar disahkan DPRD sudah mengalir ke banyak pihak sejak November 2015. Bukan hanya di tanah air, serah terima duit pelicin ada yang dilakukan di Singapura dan salah satu negara di timur tengah.


Suap ‎disebut-sebut antara lain mengalir ke 14 politisi Kebon Sirih. Inisial para penerima terangkum dengan kalimat STOP BEST GEMA.

Saat ini mereka sudah jadi target KPK. Informasi lain menyebutkan KPK sudah tahu banyak permainan ini. Termasuk mengenai pemberian suap yang berujung pada penangkapan Sanusi adalah suap tahap ketiga yang dicairkan.

Kabar lain yang juga jadi perbincangan di kalangan terbatas adalah adanya tokoh aktivis senior yang ditugasi bandar utama reklamasi untuk membantu pimpinan DPRD membungkam LSM yang menolak reklamasi. Operasi dilakukan si aktivis bersama beberapa kelompok yang berkepentingan dengan pilkada DKI 2017, dan beberapa aktivis lokal ibukota.

Selain itu, tugas mereka adalah mengatasi media yang rajin memberitakan penolakan ‎terhadap Raperda reklamasi dan zonasi. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya