Berita

Rachmawati Soekarnoputri/net

Politik

Mbak Rachma: Apa Perlu Rakyat Boikot Pajak?

SENIN, 04 APRIL 2016 | 09:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Mohamad menyerukan pemboikotan pajak di negaranya. Ia menggugat penguasa Malaysia, PM Najib Tun Razak karena diduga terlibat korupsi dan suap 1MDB sebesar Rp 8,4 triliun.

Lalu bagaimana di Indonesia? Tokoh nasional yang juga pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarno, mengatakan, di Indonesia, sangat ironis.

Misalnya, kasus yang diduga melibatkan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dalam skandal korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Rp 700 triliun yang memberikan Surat Keterangan Lunas (SKL) Release and Discharge (R&D) kepada para obligor hitam pengemplang pajak, dibiarkan dan tidak sama sekali tidak diiusut.


"Akibatnya, tiap tahun negara bayar Rp 60 triliun antara lain dari uang pajak rakyat, dan ini dibiarkan oleh penguasa Jokowi," sebut Mbak Rachma sapaan akrab putri Bung Karno ini, Senin (4/4).

"Padahal orang nomor 2 JK (Jusuf Kalla) mengakui bahwa BLBI menyengsarakan rakyat seumur hidup. Karena berlangsung "Medley" sampai sekarang rakyat dibebani pajak untuk bayar subsidi para koruptor," tegas Mbak Rachma menambahkan.

Dan lucunya, jelas Mbak Rachma, kasus BLBI dibiarkan, malah pemerintah berencana membuat UU pengampunan pajak.

Kata Mbak Rachma, di Indonesia, koruptor malah dilindungi, bahkan penguasa berencana memberi tax amnesty alias pengampunan pajak bagi yang membawa dana yang diparkir di luar negeri masuk ke Indonesia. Padahal, lanjut Mbak Rachma, belum jelas apakah itu uang haram atau halal.

"Lalu apa bedanya dengan policy SKL R&D. Malah akan dilindungi dengan UU Tax Amnesty vis a vis paralel dengan rencana revisi UU KPK. Mana ada rakyat kecil mampu simpan uang di luar? Jelas yang dimaksud para kapitalis besar," ungkapnya.

"Apa rakyat middenstand ke bawah harus bersikap boikot pajak rasanya baru adil?" tambah Mbak Rachma. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya