Berita

sofyan tan/net

Maju Di Pilkada Sumut, Sofyan Tan Pasti Punya Hitung-hitungan

MINGGU, 03 APRIL 2016 | 09:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Meski masih lama, namun nama-nama bakal calon kepala daerah pada Pilkada Sumatera Utara 2018 sudah mulai bermunculan. Salah satunya adalah politisi PDI Perjuangan, Sofyan Tan.

Saat ini, Sofyan Tan adalah anggota DPR RI dari dapil Sumut I, dan pernah nyalon sebagai Walikota Medan pada Pilkada 2010.

Pengamat politik dari UMSU Medan, Shohibul Anshor Siregar, mengatakan, kalau benar Sofyan Tan maju di pilkada nanti, pria yang berprofesi sebagai dokter itu tentu memiliki hitung-hitungan poitik.


"Bisa saja Sofyan Tan memiliki keyakinannya bahwa incumbent (Tengku Erry Nuradi) sangat lemah dan dapat ditaklukkan. Atau Sofyan Tan dan orang-orang di belakangnya sudah memastikan tidak bakal ada incumbent pada pilkada mendatang," kata Shohibul kepada redaksi, Minggu (3/4).

Menurut Shohibul, kalau Sofyan Tan menganggap Plt Gubernur Sumut Tengku Erry masih perkasa, dia tidak akan mau buang-buang duit sebegitu besar, dan partai pengusungnya pun tidak akan melakukan eksperimen yang tidak efisien sama sekali. Keberaniannya makin kuat tentu saja jika menghitung bahwa nanti tidak akan ada incumbent.

"Mengapa tidak ada? Ya, mungkin mereka memiliki hitungan sendiri tentang progress kasus-kasus korupsi di Sumut yang hingga kini masih berlanjut," ujar Shohibul.

Selain itu, lanjut Shohibul, Sofyan Tan pastilah dengan modal perhitungan analisis demografis, dan politik identitas yang dalam bahasa lebih awam selalu disebut politik rasialis. Sofyan Tan akan menghitung secara cermat, berapa populasi yang bersedia menerima dan memilihnya sebagai keturunan Cina, di luar yang sudah pasti dari kalangan Cina sendiri.

"Pada umumnya sama seperti di DKI, hitungannya akan dimulai dari kekuatan non muslim mana yang bisa ditarik ke kubu pendukung, dan kalangan muslim mana dan elit-elitnya yang dapat dijadikan asesories terdepan yang sifatnya eye catching dan memudahkan keputusan memilih," ungkapnya.

"Dua kemungkinan identitas politik calon baginya, yakni kalangan beragama Kristen atau orang dari kalangan Islam dengan afiliasi mayoritas dengan popularitas yang berkriteria integrative, meski pun untuk saat sekarang hal itu sungguh sulit didapatkannya. Ada imbas suhu politik DKI yang sangat mendera dan memilah politik di Sumut akibat perseteruan Ahok non Ahok," tukas Shohibul menambahkan. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya