Berita

foto: net

Turis Selandia Baru Akan Dirayu Lewat Festival

JUMAT, 01 APRIL 2016 | 10:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kementerian Pariwisata akan "menggoyang" pasar Selandia Baru dan Australia. Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang sudah berlaku di dua negara potensial itu tidak mau disia-siakan berlalu tanpa menjaring turis yang signifikan.

"Mulai 2 April 2016, Kemenpar promosi pariwisata di Auckland New Zealand," kata Menpar Arief Yahya di Jakarta, Jumat (1/4).

Kemenpar menonjolkan Wonderful Indonesia, yaitu destinasi unggulan wisata bahari, panorama laut, pantai, surfing, budaya yang penuh dengan seni tradisional, kesenian nyentrik, serta berbagai cerita masyarakatnya yang ramah tamah.


"Dan yang asyik, mereka tidak perlu mengurus visa, sudah bisa masuk berwisata ke Indonesia," tukas Menpar.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu, mengungkapkan, festival itu akan digelar di Gedung Raye Freedman Art Centre, corner of Gillies Avenue and Silver Road, Epsom, Auckland, Selandia Baru. Wonderful Indonesia akan tampil all out, menebarkan pesonanya. Konsep kegiatan Indonesia Movie Safari, Indonesian Festival, workshop, dan pertunjukan kesenian. Layaknya api yang disiram minyak, kemilau pesona brand Wonderful Indonesia yang sudah mendunia akan dibuat makin menyala terang. Terus eksis merayu wisman Selandia Baru agar sudi berkunjung ke tempat-tempat indah di Indonesia.

"Promosi menjadi bagian yang amat vital di pariwisata. Siapa tak kenal, maka tak sayang. Orang tak mungkin berkunjung ke destinasi wisata kita, jika mereka tidak pernah mendengarnya," terang Vinsen.

Karenanya, promosi gencar pun akan dilakukan di Selandia Baru. Negeri Kiwi itu dianggap cukup seksi. Negaranya terbilang maju. Tingkat kesejahteraan masyarakatnya pun tinggi. Sekedar gambaran, Selandia Baru termasuk dalam negara maju dengan tingkat pertumbuhan ekonomi menyaingi Eropa Selatan dalam beberapa hal. Indeks Pembangunan Manusia Selandia Baru ada di urutan tiga besar dunia. Ekonomi pasarnya modern dengan taksiran produk domestik bruto (PDB) berdasarkan keseimbangan kemampuan berbelanja (KKB) per kapita sebesar US$ 28.250.

"Jumlah outbond-nya melebihi jumlah penduduk, tetapi yang ke Indonesia baru sekitar 33.000 orang. Dengan populasi sekitar empat juta orang, jumlah itu masih sangat kecil. Ini yang ingin kita tingkatkan. Kita rayu masyarakatnya lewat Auckland Indonesian Festival 2016," tambah Vinsen.

Untuk merayu masyarakat Selandia Baru, Kemenpar bakal menyiapkan Indonesia Booth yang siap menyajikan beragam infomasi pariwisata Indonesia. Dari Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten) hingga Borobudur (Jawa Tengah), semua ada. Informasi seputar Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), serta Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), juga bisa didapatkan di Indonesia Booth.

Belum lagi awareness campaign berupa pemasangan iklan pada beberapa media di Selandia Baru. Salah satunya di 4 bus metrolink Auckland, sarana transportasi public Selandia Baru yang mirip-mirip seperti TransJakarta.

Yang tak kalah dahsyatnya, penampilan seni dan budaya Indonesia. Ada Tari Lenggang Nyai (DKI Jakarta), Tari Legong Keraton (Bali), Tari Balian Dadas (Kaltim) dan Bajidor Kahot (Jawa Barat) yang siap menampilkan atraksi menawan di Selandia Baru.

"Ada juga coffee corner and refreshment yang menyajikan minuman dan makanan ringan khas Indonesia. Dan juga ada tiga buah door prize berupa tiket PP Auckland-Bali yang kami sediakan untuk pengunjung," terang Vinsen.

Mengapa Bali? Jawabannya ternyata simpel. Pola perilaku wisman asal Selandia Baru tak jauh beda dengan Australia. Jaraknya yang dekat dari Selandia Baru membuat Bali ibarat surga untuk 'melarikan diri' dari kesibukan rutinitas. Hanya perlu beberapa jam terbang, mereka langsung bisa menikmati suasana negeri tropis. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya