Berita

zainal bintang/rmol

Kadin Bersama Jokowi Siap Tingkatkan Perekonomian Nasional

RABU, 30 MARET 2016 | 21:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pernyataan tegas Presiden Jokowi yang meminta menterinya memangkas 42.000 regulasi yang dianggap menghambat laju pembangunan mendapat dukungan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Zainal Bintang mengatakan apa yang diutarakan Presiden itu, pada acara pertemuan Tahunan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Jakarta, Rabu (30/3), membuktikan Jokowi cukup sensitif merasakan apa yang meresahkan dunia usaha.

Meskipun demikian Bintang yang pernah menjabat Plt Ketua Umum Kadin Indonesia menggantikan DR. Rizal Ramli (Juni-Oktober 2015), mengatakan pernyataan Jokowi itu adalah ulangan.


Karena saat memimpin rapat paripurna Kabinet Kerja di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, awal bulan Desember 2015, Jokowi telah memerintahkan jajaran pimpinan Kementerian/Lembaga memangkas aturan-aturan yang berbentuk Peraturan Presiden (Perpres), Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri (Permen), dan yang menyangkut Kepresidenan.

"Saya merasa heran, kenapa instruksi presiden yang disampaikan tiga bulan yang lalu kok tidak mendapat respons dari menterinya. Para menteri tidak sepantasnya membiarkan Jokowi berfikir sendiri dan  bekerja sendiri untuk memperbaiki regulasi bidang ekonomi," ujar Bintang di Jakarta, Rabu (30/3).

"Kalau kita memang serius mau memperbaiki bangsa ini, sepatutnya semua menteri dan pejabat terkait bersifat tanggap atas perintah presiden," tegas Bintang menambahkan.

Sebagaimana diketahui pada acara pertemuan dengan ISEI di Balai Kartini, Jakarta, pagi tadi, Jokowi kembali menegaskan soal regulasi yang menghambat laju pembangunan. "Bayangkan, sebagai kapal besar, aturan kita sebanyak itu. Ada 42.000 Perpres, PP, Permen dan Perda, semua itu akan sangat menyulitkan dan akan menghambat, menjerat kita sendiri sehingga fleksibilitas kita, kecepatan kita bertindak terhambat. Ini yang akan kita hapus, kita kurangi sebanyak-banyaknya. Saya sudah perintah Mendagri yang 3.000 itu hilangi semuanya. Nggak usah dikaji, wong bermasalah kok dikaji," tegas Jokowi.

Guna mempercepat terwujudnya implementasi pemangkasan regulasi yang disebut Jokowi menghambat program pembangunan, Kadin Indonesia, kata Bintang, akan turut serta mendesak dan mengkampanyekan ke seluruh Indonesia, supaya seluruh jaringan Kadin di seluruh Indonesia bergerak bersama membantu dan memantau realisasinya.

Menurut Bintang, seharusnya seluruh jajaran pengusaha Indonesia bergembira dan bersyukur, karena ada seorang presiden yang bernama Jokowi menunjukkan kepeduliannya untuk memajukan dunia usaha.

Kepedulian Jokowi ini, lanjut Bintang, harus disambut oleh dunia usaha. Menurutnya sikap tegas dan keberanian Jokowi menunjukkan ketimpangan regulasi dalam birokrasi, seharusnya menjadi momentum konsolidasi dunia usaha, untuk menyatukan visi dan misi guna menggerakan perekonomian nasional supaya terhindar dari keterpurukan.

"Ini artinya dunia usaha tidak sendirian lagi memperjuangkan kebaikan perekonomian nasional. Dunia usaha sudah punya teman seorang presiden. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bergerak cepat," tukas Bintang menutup keterangannya. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya