Berita

Warga Puri Artha Sentosa Somasi BLH Bogor

SENIN, 28 MARET 2016 | 15:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Warga perumahan Puri Artha Sentosa, Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojong Gede, melayangkan somasi kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor‎.

Buntut somasi dilayangkan karena BLH Bogor‎ melakukan Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) terkait rencana pembangunan rumah susun Menara Gaperi oleh PT. Gaperi Prima yang berbatasan langsung dengan perumahan Puri Artha Sentosa.

"Klien kami menolak keras rencana kegiatan BLH Kabupaten Bogor melakukan studi Amdal karena pembangunan rusun Menara Gaperi akan menimbulkan banjir terhadap perumahan Puri Artha Sentosa, sebagaimana surat pernyataan tertanggal 24 Maret 2016," terang Zentoni SH, advokat dan pembela umum dari LBH Bogor selaku kuasa hukum warga kepada redaksi, Senin (28/3).


Dalam surat somasi Nomor: 11/ZN/LBHHB/III/2016 tertanggal 28 Maret 2016, somasi dilayangkan Zentoni yang mendapat surat kuasa dari Ketua RW O11‎ dan Ketua RT 001, 002, 003, 004, 005, 006 dan 007 Perumahan Puri Artha Sentosa. Jika dalam waktu tujuh hari somasi ini tidak dipenuhi maka pihaknya akan menempuh upaya hukum lainnya, termasuk melakukan tuntutan hukum.

Selain itu, pihaknya juga melayangkan somasi kedua kepada PT Duta Senawijaya Mandiri selaku pemilik proyek apartemen Gardenia Bogor. Somasi dilayangkan karena sampai batas waktu yang ditentukan sejak somasi pertama dilayangkan pada 14 Maret 2016, pihak Duta Senawijaya tidak memberikan tanggapan yang memadai.

Selaku kuasa hukum Yayasan Pendidikan Islam Bahrul Ulum, dia menuding bangunan apartemen yang terletak di Jalan Raya Bogor KS Tubun Kedung Halang, Bogor Utara itu tak sesuai izin. Ditengarai, terjadi pelanggaran dalam penertiban perizinan Amdal, dimana pihak Yayasan Pendidikan Islam Bahrul Ulum tidak dilibatkan dan bahkan sengaja dihilangkan sebagai pihak terkena dampak langsung dari pembangunan proyek.

Sebelumnya Zentoni mengatakan proyek pemangunan Apartemen Gardenia Bogor telah menyebabkan sekolah milik Yayasan Pendidikan Islam Bahrul Ulum mengalami retak-retak, mengganggu kenyamanan serta keamanan dalam proses belajar mengajar di Bahrul Ulum.

"Kami kembali mensomasi DUta Senawijaya dalam waktu tujuh hari kerja sejak somasi disampaikan hari ini, untuk membayar ganti rugi materiil dan imateriil kepada klien kami," tukasnya.[dem]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya