Berita

Menperin Dorong Aceh Kembangkan Industri Ikan Olahan

SENIN, 28 MARET 2016 | 01:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Perindustrian Saleh Husin mendorong pengembangan industri ikan olahan di Aceh karena akan memberi manfaat bagi masyarakat Aceh. Menurutnya, pendapatan yang meningkat dapat dinikmati nelayan, pelaku usaha, tenaga kerja serta memberi pendapatan bagi daerah.

Hal itu disampaikan Menperin saat mengunjungi Pelabuhan Perikanan Lampulo di Banda Aceh, Provinsi Aceh, Minggu (27/3).

Provinsi Aceh memiliki potensi industri pengolahan perikanan laut yang besar. Ini terlihat dari garis pantai mencapai 1.660 kilometer dan luas perairan laut seluas 295 ribu km persegi, baik teritorial dan zona ekonomi eksklusif.


Sektor perikanan ini terdiri dari penangkapan, budidaya, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Ke depan, industri olahan bakal dipacu guna mendongkrak nilai tambah dan serapan tenaga kerja.

Menperin menjelaskan berkembangnya industri berbasis perikanan laut ini, dapat menciptakan pusat-pusat pertumbuhan dan pemerataan industri yang selama ini lebih berpusat di Pulau Jawa.

Dalam dialog dengan pelaku usaha saat menyambangi fasilitas tempat penyimpanan dan pendinginan ikan (cold storage) di lokasi yang sama, pelaku usaha mengaku sangat berminat melakukan pengolahan lebih lanjut.

Selama ini, cold storage di Aceh menerima hasil tangkapan nelayan setempat untuk selanjutnya dikirim ke Medan, Sumatera Utara dan diolah, salah satunya menjadi produk ikan kalengan.

"Ikan dari perairan Aceh sangat beragam dan tangkapan nelayan kontinyu. Selain untuk konsumsi lokal, juga dikirim ke Medan dan lantas diekspor. Kami berminat dengan mengolah di sini dan salah satu fasilitas pendukung yang kami harapkan adalah ketersediaan air bersih," kata Kepala Bagian Pembelian PT Aceh Lampulo Jaya Bahari, Abu Bakar kepada Menperin.

Menperin yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Aceh, Ir Arifin, menegaskan masukan dari pelaku usaha sangat berguna bagi upaya mewujudkan industri ikan olahan. Ke depan, Kemenperin dan Pemda bakal berkoordinasi untuk memberi solusi yang konkret demi mempercepat realisasi hal tersebut.

Ikan laut tangkapan nelayan berasal dari perairan di wilayah Aceh yang meliputi Samudera Hindia di bagian barat, Selat Malaka di sisi timur dan Laut Andaman di sebelah utara Aceh.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Euis Saedah mengatakan, pihaknya bakal mendorong pemanfaatan ikan dan hasil laut guna meningkatkan nilai tambah. "Ibu-ibu di kawasan pesisir dapat dibina dan dampingi memproduksi aneka kerajinan, misalnya yang berbahan baku kerang," ujarnya pada kesempatan yang sama.

Dalam kunjungan kerja ke Aceh, itu Menperin meresmikan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penyusunan Program Penumbuhan dan Pengembangan IKM Tahun 2017. Rakor yang digelar oleh Direktorat Jenderal IKM ini diikuti perwakilan Dinas Perindustrian dari 34 provinsi.

Menperin mendorong penyebaran dan pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) dapat merata di seluruh wilayah Indonesia, khususnya luar Pulau Jawa. Untuk itu, diperlukan peran Pemerintah Daerah meningkatkan sinergitas dengan Pemerintah Pusat dalam penyusunan program pemberdayaan IKM nasional.

Sampai saat ini, IKM telah berkontribusi sebesar 34,82 persen terhadap pertumbuhan industri pengolahan non-migas secara keseluruhan. Angka itu dapat tercapai karena dukungan lebih kurang 3,6 juta unit usaha, yang merupakan 90 persen dari total unit usaha industri nasional.

"IKM di luar Jawa memiliki keunggulan potensi sumber bahan baku dan kreativitas berbasis budaya. Untuk itu, sinergi antara pemerintah daerah dan Kemenperin sangat penting guna memacu pertumbuhan IKM, maka komunikasi dan dialog dua arah sangat berarti bagi pengembangan ke depan," ucapnya. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya