Berita

Hukum

Andi Arief: Soal Sumber Waras, Tempo Kena Jampi-jampi

MINGGU, 27 MARET 2016 | 19:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Membandingkan kasus bailout Century dengan kasus pembelian lahan RS Sumber Waras yang disebut-sebut menyeret Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama merupakan sesaat pikir.

Demikian disampaikan mantan Staf Khusus Presiden era Pemerintahan SBY, Andi Arief menanggapi pemberitaan majalah Tempo edisi 28 Maret-3 April 2016 yang terkesan membela habis-habisan Ahok. Menurut dia, pemberitaan tersebut menujukkan Tempo bukan sekedar masuk angin, tapi sudah terkena jampi-jampi.

"Bailout Kartini, Ahok negosiasi Kartini sebelum ketetapan NJOP. Kartini dan Ahok menentukan NJOP di depan, baru Ahok putuskan NJOP sesuai pertemuan dengan Kartini," kata dia dalam akun Twitter @AndiArief.


"Dalam Century, Sri Mulyani tidak pernah bercengkrama dengan Robert Tantular, Sumber Waras Ahok berdansa dengan Kartini," sambungnya.

Pada kasus Century, tambah Andi Arief, Sri Mulyani Mengumumkan bailout Century secara terbuka, sementara pembelian lahan milik Sumber Waras dilakukan Ahok dengan operasi senyap alias anggaran siluman.

"Dalam Century Sri Mulyani menyelamatkan perekonomian Indonesia, dalam sumber waras Ahok menyelamatkan apa? Dalam Century Sri Mulyani dilindungi Perppu, dalam Sumber Waras Ahok melanggar semua perundangan dan peraturan," katanya.

Perbedaan lainnya, dalam Century audit investigatif menyebut potensi kerugian uang negara. Adapun di kasus Sumber Waras Ahok dinyatakan merugikan negara. Selain itu, dalam Century penjahat perbankan dan sekutunya tertangkap kejahatan perbankan, sementara kasus Sumber Waras hengki pengki.

"Kesalahan besar TEMPO adalah menTEMPEkan mentalnya dalam menginvestigasikan permufakatan korupsi Ahok dan Kartini sumber waras. Korupsinya aja RASIS, itu korupsinya lho," tegas Andi. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya