Berita

ilustrasi/net

Nelayan Dukung Reklamasi Teluk Jakarta

MINGGU, 27 MARET 2016 | 02:15 WIB | LAPORAN:

. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama  alias Ahok menyatakan bahwa proyek reklamasi pantai Teluk Jakarta yang membentuk 17 pulau akan tetap dilanjutkan.

Ahok tegaskan bahwa proyek reklamasi tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap warga yang tinggal di pesisir Utara Jakarta.
         
"Warga pesisir justru akan mendapatkan dampak positif kok dari reklamasi tersebut. Apalagi, proyek ini akan  menambah luas  lahan di Jakarta. Dan Pemprov DKI akan langsung mendapatkan tanah yang bersertifikat seluas 51 hektare," kata Ahok dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/3).
           

           
Menurutnya, dengan pertumbuhan penduduk yang demikian tinggi, DKI Jakarta membutuhkan lahan tambahan yang cukup luas untuk mendukung kegiatan warganya. Jika tanpa reklamasi akan sulit kebutuhan tersebut dipenuhi.
        
Sementara itu, nelayan Muara Angke  menyatakan tetap mendukung program Pemda DKI untuk melakukan reklamasi Teluk Jakarta. Beberapa hari lalu sekitar 300 dari mereka mendatangi PTUN DKI Jakarta untuk menyampaikan dukungannya.
        
"Selama  ini hasil tangkapan kami tidak terpengaruh kok dengan adanya reklamasi. Sebab kami mencari ikan agak ke tengah laut. Sedangkan reklamasi dilakukan di pinggir pantai,” kata Bani salah seorang nelayan Muara Angke yang sempat diminta menjadi saksi di PTUN DKI Jakarta.
         
Dia juga mengaku tidak pernah menemui kendala apapun dan tetap bisa melaut serta menangkap ikan seperti biasa. Karena itu dia merasa heran adanya penolakan yang berlebihan atas kegiatan reklamasi.
        
Sulaiman, nelayan lainnya bahkan yakin Pemda DKI Jakarta sudah melakukan kajian mendalam yang melibatkan sejumlah pakar di bidang masing-masing. Jadi tidak mungkin reklamasi untuk menyengsarakan mereka.
       
Menurutnya, saat ini banyak anak-anak nelayan yang tidak lagi tertarik melaut. Tentunya mereka membutuhkan alternatif pekerjaan lain yang ternyata bisa disediakan di lingkungan pulau buatan yang peruntukannya antara lain untuk permukiman, pusat bisnis dan perkantoran. Pulau buatan pun menurutnya akan membantu pemerintah mengurangi pengangguran di Jakarta.
       
"Pusat bisnis dan perkantoran itu tentu membutuhkan tenaga kerja. Yang paling dekat kan  tenaga kerja dari sekitar Muara Angke. Lagipula nanti  pemerintah terbantu dengan adanya lapangan pekerjaan baru, di pulau reklamasi itu," katanya.
       
Mengenai penyerapan tenaga kerja tersebut  hingga saat ini sudah ada beberapa warga Muara Angke yang bekerja di area reklamasi.
     
"Saat ini orang-orang Muara Angke udah banyak kok yang kerja di reklamasi itu," tutur Sulaiman.

Menurut dia  adanya sejumlah pihak yang selama ini mengaku keberatan dengan kegiatan reklamasi tidak memiliki alasan yang cukup kuat. Apalagi sejumlah pakar juga telah menyatakan reklamasi tidak perlu dikuatirkan  dan tetap bisa dilanjutkan. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya