Berita

ilustrasi/net

Dunia

Komite Persahabatan Korut: Provokasi Korsel Dan AS Sudah Lampaui Batas

JUMAT, 25 MARET 2016 | 07:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara merasa tertekan oleh manuver yang dilakukan tetangganya, Republik Korea atau Korea Selatan, yang bersama dengan Amerika Serikat menggelar latihan perang di kawasan perbatasan.

Latihan perang itu dinilai sebagai provokasi dan sudah melewati batas. Selain karena kekuatan pasukan yang digelar begitu besar, latihan perang itu juga dinilai sebagai provokasi yang melampaui batas karena menjadikan kantor pemimpin tertinggi Korea Utara sebagai target operasi militer.

Demikian disampaikan Komite Persahabatan Korea dan Asia Pasifik atau Korea-Asia Pacific Exchange (KAPE), salah satu cabang dari Komite Solidaritas Korea untuk Persahabatan dengan Masyarakat Dunia, dalam keterangan kepada redaksi.


Disebutkan, dalam latihan perang yang dilakukan pada hari Senin lalu (21/3), Korsel dan AS mengerahkan 16 jet tempur yang dipersenjatai dengan misil serangan udara-daratan.

"Ini (latihan perang Korsel dan AS) adalah provokasi yang dialamatkan kepada kewibawaan pemimpin tertinggi DPRK dan merupakan aksi konfrontasi buruk yang tidak dapat ditolerir," ujarnya.

"Mulai saat ini, unit reguler Tentara Rakyat Korea, Pengawal Merah Petani-Pekerja, Pemuda Pengawal Merah dan seluruh kekuatan revolusioner lainnya beserta rakyat Korea di utara akan mengarahkan setiap aksi mereka untuk membalas dan mengusir grum Park Geun Hye (Presiden Korsel) dari tanah ini (Semenanjung Korea) juga dari dunia," tulis KAPE.

Juga disebutkan bahwa Tentara Rakyat Korea saat ini dalam kondisi siapa siaga untuk merengsek masuk ke wilayah Korsel dan menduduki Chongwadae atau Blue House, kantor Park Geun Hye.

"(Tentara Rakyat Korea) tanpa ampun akan menjatuhkan (wipe out) Park Geun Hye dan pecinta perang Korea Selatan lainnya,” demikian KAPE. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya