Berita

ilustrasi/net

Dana Rp 21 Triliun Disiapkan Untuk Bangun Wisata Danau Toba

KAMIS, 24 MARET 2016 | 10:51 WIB | LAPORAN:

. Danau Toba di Sumatera Utara telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu 10 pengembangan wisata prioritas untuk menggencot devisa dan kedatangan wisatawan asing.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya yang membawahi program 10 destinasi khusus ini menyampaikan saat ini pembangunan daerah wisata Danau Toba terus digenjot. Dana besar pun dipersiapkan untuk membangun wisata andalan di Pulau Sumatera itu, sebesar Rp 21 triliun.

Dana sebesar itu dipergunakan untuk membangun infrastruktur dan memperbaiki infrastruktru yang ada seperti Bandara Sibisa yang menjadi titik tolak wisata kawasana Toba Point.


"Bandara Sibisa diperluas landasan pacunya supaya dapat didarati oleh ATR dan Boeing 737," kata Bambang Susanto, Tenaga Ahli Kemenko Maritim Bidang Regional Development di Jakarta, Kamis, (24/3).

Pengembangan jalan Tol Medan-Parapat juga tengah digenjot pembangunannya. Nantinya perjalanan dari Medan-Kualanamu-Parapat dapat ditempuh dengan 1,5 jam saja. Selama ini perjalanan Medan-Parapat harus ditempuh dengan perjalanan darat mencapai 4 jam lebih, karena jalan Tol hanya tersedia hingga di Tanjung Morawa.

"Kementerian PU-PERA sendiri menargetkan jalan Tol ini selesai 2017," kata Bambang.

Nantinya setelah selesai, jalan tol inbi akan terus dilanjutkan hingga ke Sibolga, untuk mendorong peningkatan konektivitas ke sentra wisata lainnya, seperti Sibolga dan Nias.

Penganggaran yang begitu besar untuk kawasan Danau Toba ini dijelaskan Bambang berada di Kementerian masing-masing dibawah koordinasi Kemenko Maritim dan Sumber Daya, seperti Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan.

"Pola penganggarannya seperti biasa, diletakkan di kementerian masing-masing. Semua kementerian terkait mendukung program ini. Kita konsolidasi terus, dibantu Bappenas," kata dia.

Selain itu, di sekitaran Danau Toba juga tengah dikembangkan 500 hektar untuk jadi eco-tourism.

"Untuk eco-tourism sudah diserahkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," pungkasnya. [ysa]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya