Berita

net

Bisnis

Perawat Indonesia Siapkan Diri Hadapi MEA

KAMIS, 17 MARET 2016 | 02:50 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan lebih memerhatikan nasib perawat yang secara pendapatan dan penghargaan masih jauh dari negara lain. Apalagi, menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun ini.

"Jangan sampai perawat Indonesia tertinggal," ujar Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah kepada redaksi, Rabu (16/3).

Dia menjelaskan, dalam konteks pembangunan nasional, Presiden telah merumuskan sembilan agenda prioritas yang dikenal sebagai Nawa Cita. Di mana salah satu prioritas berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat yang dikemas dalam Program Indonesia Sehat. Hal itu  akan diwujudkan melalui Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan, dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


"Perawat berharap ada realisasi dari Nawa Cita yang diprogramkan oleh Presiden Jokowi. Namun, selama ini semuanya masih berjalan di tempat," kata Harif.

Untuk itu, PPNI terus memainkan peranan melalui kerja nyata dalam melayani masyarakat, baik secara kelembagaan di berbagai tingkatan. Mulai dari tingkat pusat hingga di tingkat komisariat, maupun melalui anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia yang jumlahnya tidak kurang dari 900 ribu Perawat.

Terhadap seluruh Perawat Indonesia, PPNI senantiasa mendorong peningkatan kompetensi dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan, sekaligus menjawab kompetisi pada era diberlakukannya MEA.  
"Diharapkan perawat Indonesia menjadi sahabat masyarakat. Perawat menjadi tetangga yang baik bagi warga dan memberikan edukasi kesehatan bagi tetangga terdekat," tegas Harif.

Untuk diketahui, PPNI merupakan organisasi profesi perawat secara nasional. Organisasi berbadan hukum yang pada Kamis 17 Maret ini tepat berusia 42 tahun. PPNI semakin konsisten dalam tujuannya meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, martabat, dan etika profesi perawat. Termasuk dalam mempersatukan dan memberdayakannya serta menunjang pembangunan kesehatan nasional sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 38/2014 tentang Keperawatan. [wah] 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya