Berita

KPK, Kenapa Tak Tetapkan Tersangka Sumber Waras?

MINGGU, 13 MARET 2016 | 15:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belum juga menuntaskan proses penyidikan dan menetapkan tersangka kasus korupsi pengadaan lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang disebut-sebut melibatkan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama dipertanyakan.

‎"Publik tahu kasus Sumber Waras menimbulkan kerugian Negara Rp 191 miliar seperti disebutkan dalam hasil audit BPK.‎ Tapi kenapa KPK tidak segera bertindak seperti yang pernah dilakukan terhadap kepala daerah lainya?" ujar Koordinator Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (Galak), Muslim Arbi, Minggu (13/3).

Melihat tidak adanya progres atau kemajuan penanganan kasus Sumber Waras, kata dia, wajar apabila publik menilai KPK bertindak diskriminatif.‎ Seperti diketahui, KPK sudah menerima hasil audit investigatif pembelian lahan Sumber Waras pada 7 Desember 2015 lalu, dan hasil audit tahap pertama beberapa bulan sebelumnya.


‎"Konon Ahok yang bertanggung jawab atas kasus Sumber Waras diback up Istana, apa iya? Tapi kenapa Istana diam atas tudingan suara-suara yang gemuruh di Medsos bahwa ada deal antara KPK dengan Istana untuk lindungi Ahok?
Mestinya Istana menjawab jika tidak  dianggap benar rumor itu," imbuh Muslim.

Pernah terungkap anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jan Darmadi, berada di pusaran kasus Sumber Waras. Karena itu, kata dia, tidak aneh jika Istana menerima masukan yang menyesatkan sehingga Istana pun seolah-olah dianggap melindungi aktor utama kasus tersebut.

"Nah, publik belum melihat si Wantimpres itu dipanggil oleh KPK untuk diperiksa dan didengar keterangannya. Sebenarnya mata rantai Sumber Waras itu di putus dari sini sehingga KPK dengan tanpa beban tidak memeriksa Gubernur DKI, dan menjawab rumor selama ini bahwa sebenarnya Istana tidak bermain," demikian kata Muslim Arbi.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya